Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Masih Terus Berdebat


__ADS_3

Sementara di tempat Dion dan Ayunda yang saat ini masih terus berdebat tanpa henti, mulai semakin tak ingin mengalah satu sama lain.


Hingga akhirnya Dion yang sudah emosi langsung menarik tangan Ayunda dan membawa Ayunda, tanpa mempedulikan Ayunda yang memanggil - manggil dirinya.


"Kak lepas sakit tau, tangan aku ditarik - tarik kaya gini. Kak... kak... lepas." kata Ayunda yang saat ini terus - menerus memanggil Dion yang tak mau melihat ke arahnya dan menjawab panggilannya itu.


Karena saat ini Dion terus menarik Ayunda untuk ikut bersama dengan dirinya.


"Kak... kak... lepas nggak. Tangan aku sakit di tarik kaya gini. Kalau kakak nggak mau lepas tangan aku, ntar yang ada tangan aku bakalan merah karena kakak terlalu kuat tarik tangan aku nya. Kak... kak... jangan pura - pura nggak denger deh. Kak... ih... nyebelin..." kata Ayunda lagi berteriak - teriak memanggil Dion. Namun, Dion masih tetap sama, tak menghiraukan ucapan Ayunda.


Entah Dion memang sengaja mengabaikan panggilan Ayunda tersebut atau karena Dion nggak tau kalau tindakan yang ia lakukan pada Ayunda itu adalah suatu kesalahan.


Dan yang tau itu semua hanya Dion lah orang nya.


Tindakan Dion tersebut pun kini di lihat oleh Riri dan Rubi yang sedang membicarakan mereka berdua.


Bahkan Riri yang sedang berbicara dengan Rubi seketika teralihkan saat ia melihat Ayunda yang di tarik tangannya oleh Dion dengan begitu kuat.

__ADS_1


"Ya ampun pah itu orang aneh tarik tangan cewek nya kuat banget dan itu mereka mau pergi kemana. Papah liat juga kan yang mereka lakukan itu." kata Riri seketika mengubah pembicaraannya dengan Rubi.


Rubi yang mendengar ucapan Riri langsung menjawab ucapan Riri.


"Iya mah, papah liat juga ko. Orang aneh itu kasar banget tarik tangan ceweknya. Harusnya sih jangan di tarik kaya gitu." inilah jawaban Rubi untuk ucapan Riri tersebut.


"Bener banget pah, apa jangan - jangan orang aneh itu beneran orang jahat pah. Makannya sampai tarik tangan cewek nya kaya gitu." kata Riri mengungkapkan apa yang sedang ia pikirkan pada Rubi terhadap tingkah Dion pada Ayunda yang saat ini mereka lihat.


"Kalau papah liat sih. Bukan deh mah bukan orang jahat."


"Nggak juga sih pah."


"Terus, apa kalau bukan kaya gitu? mamah bilang jahat kata papah bukan, mamah bilang baik kata papah bukan juga. Lalu menurut papah orang aneh itu kaya apa dong?"


"Kaya orang..." kata Rubi yang belum sempat menyelesaikan ucapannya itu, tetapi harus di potong tiba - tiba oleh Riri.


"Orang - orangan sawah, gitu maksud papah." kata Riri yang memotong ucapan Rubi.

__ADS_1


"Hahaha... hahaha... bukan lah mah, masa sih kaya orang - orangan sawah. Ada - ada aja mamah nih."


"Abis nya papah lama sih, jawab ucapan mamah. Ya udah deh, mamah potong aja ucapan papah itu."


"Hem... jadi papah lagi yang salah nih." kata Rubi menjawab ucapan Riri.


"Iya kali kaya gitu." kata Riri menjawab asal ucapan Rubi.


"Mamah pinter banget buat papah serba salah jadi nya." kata Rubi menjawab ucapan Riri.


"Mamah nggak bermaksud ko buat bikin papah jadi serba salah. Jadi intinya papah jangan salahin mamah atas ucapan papah itu. Karena mamah nggak seperti yang di ucapin sama papah itu." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


"Hem" kata Rubi menjawab ucapan Riri hanya dengan deheman saja.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2