
"Untung saja masih bisa di lakukan perubahan, kalau nggak bisa di lakuin. Entahlah apa yang terjadi. Tapi beruntung akhirnya sebagian rencana masih bisa dilakukan, leganya hati ini." kata Dion di dalam hati.
"Berhubung sebentar lagi rencana itu akan dilakukan, lebih baik aku ke atas lagi kali ya. Terus bangunin Ayunda. Hem... iya deh kaya gitu dulu."
Tap... tap...
Satu demi satu tangga telah Dion lewati. Hanya tinggal beberapa tangga saja Dion bisa berada di atas.
"Huh... capek juga ternyata ya naik tangga kaya gini."
"Harus di pertimbangkan nih buat dan beli rumah yang ada tangga atau nggak"
"Tapi sebelum itu tanya dulu Ayunda kali ya, biar sama - sama enak dan cocok rumah yang seperti apa yang di inginkan."
"Ya ampun ko jadi bahas rumah kaya gini ya, sampai lupa sama tujuan naik ke atas untuk bangunin Ayunda."
"Dion, Dion ada - ada aja kamu nih"
Tanpa berbicara lagi Dion melangkahkan kakinya menuju kamar yang saat ini Ayunda tempati.
Ketika telah berada di luar pintu kamar, Dion lalu membuka kamar tersebut dengan perlahan.
Karena ia takut jika Ayunda masih tertidur dengan pulas dan malah mengganggu tidurnya.
Padahal ia datang ke kamar juga tujuannya untuk membangunkan Ayunda agar terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Tapi malah ia takut jika ia membuka pintu malah membangunkan Ayunda. Sungguh aneh itu lah perilaku yang Dion lakukan saat ini.
Ceklek...
Suara pintu yang di buka dengan sangat pelan dan hati - hati agar tak terlalu keras mengeluarkan suara.
Perlahan demi perlahan pintu itu mulai terbuka sedikit demi sedikit sampai akhirnya terbuka dengan sempurna.
Masuklah Dion ke dalam kamar dan tak lupa ia juga menutup kembali pintu itu dengan perlahan.
Cekrek... cekrek...
Terdengar suara pintu yang di kunci dua kali. Lalu setelah itu Dion melihat Ayunda yang masih tertidur.
"Tapi setelah di pikir - pikir tadi aku memang lakuinya lumayan semangat dan lama juga."
"Lain kali harus aku kurangi kali ya, kasian juga liatnya kalau seperti ini."
Kemudian Dion terdiam beberapa detik, lalu setelah itu ia mulai mendekati Ayunda yang tertidur.
Tap... Tap...
Dion telah berada di dekat Ayunda, duduk lah ia di samping Ayunda yang tertidur.
Setelah duduk di lihat lah wajah Ayunda yang terlihat damai.
__ADS_1
Cukup lama melihat wajah Ayunda, Dion kini mulai membangunkan Ayunda.
"Yank" tak ada jawaban dari Ayunda.
"Yank bangun" masih tak ada jawaban sama sekali.
Didekatkan lah bibir Dion dengan telinga Ayunda. Lalu Dion mengeluarkan suara di sana.
"Yank bangun, kalau kamu nggak bangun jangan salahkan kakak ya, kalau misalnya kakak lakuin lagi hal yang tadi sama kamu"
Tanpa menunggu lama Ayunda terbangun dari tidurnya dan ia langsung membuka lebar matanya lalu melihat wajah Dion di sampingnya.
Dengan refleks ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai leher dan memegang selimut itu dengan erat nya.
Dion yang melihat itu hanya tersenyum tipis melihat wajah Ayunda yang tegang saat telah mendengar ucapannya.
Dengan memberanikan diri Ayunda bertanya pada Dion.
"Ma... sud.. ka...kak... a...pa?" kata Ayunda dengan terbata.
"Ke...napa ng...gak di...jawab?" kata Ayunda lagi dengan terbata dan gugup.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1