Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Semakin Ke Kuras


__ADS_3

"Tega apa sih dek, siapa suruh buat semua orang tertawa. Ya kamu harus terima dong konsekuensinya. Bukan malah nggak terima." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Hua... hua... sedih nya, kakak ko tega sih. Sekarang aku sendirian. Karena kalian udah buat aku sedih." kata si bungsu berpura - pura menangis.


Membuat Ayunda yang sudah mengetahui bahwa si bungsu hanya berpura - pura kini hanya bisa membiarkan si bungsu untuk menjalankan rencananya itu.


"Hem... dek kamu nih, kalau nangis tuh jangan jangan kaya gini lah. Pura - pura sih pura - pura tapi kalau caranya salah seperti ini. Mana ada yang percaya. Ckckck... ckckck... dek, dek." kata Ayunda sambil menggelengkan kepalanya di ujung kalimat yang ia ucapakan.


"Ih... kalian ini ya, udah jangan pada berdebat terus. Ayo sekarang duduk jangan pada berdebat. Kalau kelamaan nunggu kalian, sampai bisa selesai berdebat keburu pingsan karena lama." kata ibu yang ingin mengakhiri perdebatan antara Ayunda dan si bungsu.


Kemudian si bungsu mulai menggembungkan pipinya. Beberapa kali sebelum ia menjawab ucapannya ibu.


Tetapi saat si bungsu akan bertanya kepada ibu mengenai ucapan ibu barusan yang malah di potong oleh Ayunda.


Kini menjadi bingung harus berbuat apa, melakukan apa dan harus kaya gimana.


"Iya bu maaf." kata Ayunda menjawab ucapan ibu.


"Dek ayo kamu juga minta maaf, ntar kalau nggak minta maaf kamu bakal kena hukuman." kata Ayunda yang menyuruh si bungsu untuk meminta maaf.

__ADS_1


"Ini kan yang salah awalnya itu dari kakak, jadi ya kakak aja yang harus minta maaf." kata si bungsu menjawab ucapan Dion.


"Kamu ya, kenapa jadi salahin kakak. Kalau kamu terus buat kakak kaya gini yang ada kakak nggak akan betah berada di dekat kamu." kata Ayunda mulai terbawa emosi.


"Tahan yank jangan kaya gini. Ko jadi serius jangan pada serius gini. Ayo pada baikan, kalau kalian nggak mau pada baikan. Ntar abis makan nggak akan kakak ajak belanja." kata Dion memberikan solusi agar Ayunda dan si. bung tidak berdebat lagi.


"Pokoknya aku nggak mau tau kak, aku kan nggak salah. Jadi kakak harus minta maaf dulu ke aku. Baru setelah itu kita bisa makan." kata si bungsu menjawab ucapan Dion. Sambil pandangan matanya sesekali mengarah ke Ayunda dengan tajam dan sinis.


Membuat Ayunda yang di lihat seperti itu oleh si bungsu menjadi sedih.


"Ya ampun dek, pandangan kamu ko gitu sih. Kakak salah banget ya. Sampai kamu kaya gini ke kakak." kata Ayunda di dalam hatinya.


Tanpa membantah lagi Ayunda langsung meminta maaf pada si bungsu yang bersikap acuh dan cuek itu.


"Dek maafin kakak, kakak nggak bermaksud ko bilang dan bersikap kaya gitu ke kamu." kata Ayunda yang sedang meminta maaf pada si bungsu.


Sementara si bungsu kini mulai berbicara juga di dalam hatinya.


"Kak ko wajah kakak gini ya, seperti yang nggak mau di maafin kesalahan nya. kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.

__ADS_1


"Gini, maksudnya gimana?" kata Ayunda yang aneh dengan ucapan Reni.


"Itu kak maksudnya itu, sekarang nih kakak kan lagi berdiri. Nah, sekarang lebih baiknya kakak duduk dulu di sini. Abis itu kakak langsung ambil makanan. Beres deh, oke kak selamat makan." kata si bungsu yang entah sejak kapan sudah duduk yang tersedia beberapa macam makannya di piring makannya.


"Lah ko jadi gini sih deh. Malah jadi nggak jelas." kata Ayunda yang aneh dengan jawaban si bungsu.


"Ini tuh nggak aneh kak, di sini kan ada makanan lebih dari satu. Makannya dari pada muhajir di didiemin terus lebih baik kan langsung di makan aja. Iya nggak kak ucapan aku itu bener." kata si bungsu pada Ayunda.


"Nggak sepenuh nya bener dek, kamu hanya menyimpulkan dengan kondisi darurat di perut kamu. Dasar kamu dek, bisa nya cuman makan aja. Kapan majunya." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Hahaha... hahaha... ucapan kakak ini ada bebernya juga. Ko aku baru kepikiran ya. Tapi memang bener sih kak, aku memang udah lapar. Apa lagi barusan berdebat sama kakak semakin ke kuras deh nutrisi dan keseimbangan." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Hah... kamu nggak salah apa dek, ko bisa bilang kata gitu. Ckckck... ckckck... dek, dek." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Memangnya aku ke gitu kak? kata si bungsu bertanya pada Ayunda dan Dion.


"Iya bahkan lebih nyebelin dari ini semua." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2