
"Ya ampun kak. Kakak gimana sih itu pintu ke buka kali kak. Kakak mungkin yang salah liat. Coba deh di perhatiin pintu nya itu ke buka tau nggak." kata Ayunda yang masih kekeh dengan ucapannya.
"Nggak yank nggak ke buka sama sekali" kata Dion masih tetap pada ucapannya yang tadi.
"Masa sih kak. Tapi ko aku liatnya itu pintu ke buka. Ko bisa beda ya. Apa jangan - jangan disana ada..." kata Ayunda yang langsung dipotong ucapannya oleh Dion.
"Hus... yank jangan berpikiran negatif deh. Nggak ada apa - apa di sana. Ya udah yuk langsung masuk kamar aja." kata Dion pada Ayunda.
Bukannya mendengarkan ucapan Dion Ayunda malah langsung melangkah kan kaki menuju pintu yang di maksud oleh nya tadi. Ia tak tahu kenapa ia bisa melangkah begitu aja tanpa ia sadari sama sekali.
Sedangkan Dion yang melihat Ayunda menjauhinya mulai meneriaki Ayunda.
"Yank... mau kemana?" kata Dion pada Ayunda.
Tak ada jawaban sama sekali dari Ayunda. Hingga ia pun mulai mengulangi lagi ucapannya itu.
"Yank... yank... ih... yank mau kemana? udah malem loh ini. Cepetan ke sini yank kita tidur." kata Dion yang memanggil lagi nama Ayunda.
__ADS_1
Karena tak ada jawaban sama sekali Dion pun mulai jengah dengan tingkah Ayunda tersebut. Yang menurutnya sikap Ayunda kali ini keras kepala tak mau di bilangin sama sekali.
Hingga dengan terpaksa Dion pun mulai mengikuti langkah Ayunda. Namun, seketika langkah itu pun berubah menjadi langkah yang kian dekat dengan Ayunda ia merasa ada aura - aura aneh dalam diri Ayunda. Dan entahlah aura apa itu. Tapi yang jelas aura itu sangat lah aneh.
Dan ketika Dion telah berada dekat di belakang tubuh Ayunda. Ia pun mulai merasa bulu kuduk berdiri seketika. Lalu tanpa diminta ia pun mulai berucap pada Ayunda.
"Yank, kamu merasa aneh nggak di sini" ucapan Dion pada Ayunda.
"Yank ko nggak di jawab sih" kata Dion lagi yang tak mendapatkan jawaban dari Ayunda.
"Yank" hanya kata itu lah yang terucap dari Dion setelah ia memegang pundak Ayunda.
Seketika Ayunda pun mulai membalikkan tubuhnya. Dan ketika Ayunda membalikkan tubuhnya itu. Wajah pucat dan kosong pun di perlihatkan Ayunda pada Dion.
Bahkan mata yang selalu membuat Dion terpesona kini malah membuat ia ketakutan bahkan sangat ketakutan.
Deg...
__ADS_1
Saliva yang semestinya mudah di telan pun mendadak tak bisa di telan sama sekali. Jantung berdegup kencang pun di rasakan juga oleh Dion.
Ketika wajah Dion sudah sangat ketakutan. Ia di buat terkejut oleh suara seseorang.
"Hahahaha... kak, muka kakak itu lucu sekali" kata Ayunda sambil tertawa.
"Apa yank? jadi tadi kamu cuman bohong liatin wajah kaya gitu ke kakak" kata Dion yang kaget dengan sikap Ayunda pada nya.
"Em... itu anu kak. Em... apa ya. Nggak ko kak aku nggak lagi bohong. Emangnya tadi aku liatin wajah kaya gimana?" kata Ayunda menjawab apa adanya.
"Kamu nggak lagi pura - pura kan yank menjawab kaya gitu ke kakak" kata Dion yang bertanya atas sikap Ayunda pada nya.
"Nggak kak. Aku beneran nggak lagi bohong" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1