Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Ketawa Tanpa Sebab


__ADS_3

Sebelum menjawab ucapan Riri, Robi pun kemudian melihat Dion untuk memastikan lagi. Apakah benar yang di ucapkan Riri pada dirinya itu.


Setelah ia melihat ke arah Dion. Ternyata memang benar adanya. Dion memang terlihat seperti orang yang aneh. Diantara pengunjung - pengunjung yang ada di sekitaran danau.


"Hem... bener juga mah, itu orang memang aneh. Ya udah lah mah, mungkin dia lagi cari sesuatu makannya bersikap aneh kaya gitu." kata Robi setelah ia melihat ke arah Dion. Lalu ia pun berkata pada Riri.


"Iya sih pah, kayanya memang kaya gitu. Tapi..." kata Riri yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun harus di potong oleh Robi secara tiba - tiba.


"Mah, udah jangan di bahas lagi." kata Robi yang memotong ucapan Riri secara tiba - tiba itu.


"Ih... papah nih, buat mamah jadi kepikiran tau nggak sih."


"Ko bisa sih mah."


"Bisa lah pah."


"Bisanya karena apa?"

__ADS_1


"Karena, em karena. Pokok nya bisa pah." kata Riri yang bingung sendiri dengan jawaban yang harus ia keluarkan atas ucapan Robi.


"Ya, tapi mah bisa nya karena apa?"


"Nggak tau pah, pokok nya susah kalau harus mamah jelasin. Bisa ngalahin jalan kereta kalau mamah jelasin alesan nya ke papah."


"Hem... gitu ya, berati panjang banget ya mah." kata Robi menunjukkan wajah lugu nya. Seolah - olah ia percaya dengan ucapan Riri tersebut.


"Iya pah, hahaha... hahaha..." kata Riri yang awalnya serius menjawab ucapan Robi tersebut. Namun, karena ia tak tahan dengan wajah lugu yang Robi tunjukkan kepadanya itu pun, akhirnya membuat ia malah tertawa lepas begitu saja.


Semua itu akhirnya membuat Robi menjadi terheran - heran dengan tingkah Riri yang tiba - tiba tertawa di hadapannya.


"Hahaha... hahaha... nggak pah, mamah nggak papa ko."


"Kalau mamah nggak papa, kenapa mamah malah tertawa kaya gitu?"


"Oh ini, karena mamah lagi pengen ketawa aja. Emangnya nggak boleh ya pah, mamah ketawa kaya gini."

__ADS_1


"Nggak boleh lah mah, aneh tau nggak."


"Aneh nya karena apa pah?"


"Ya karena mamah ketawa tanpa sebab. memangnya mamah nggak menyadari itu."


"Nggak" kata Riri sambil menggelengkan kepalanya untuk menjawab ucapan Robi tersebut.


"Ya ampun mah, terus mamah ketawa barusan kan nggak tau sebabnya karena apa? memangnya mamah nggak ngerasa aneh atau apa gitu sejenis nya."


"Nggak lah pah, lagian mamah ketawa itu kan ada sebabnya. Papah nya aja yang nggak tau, mana mungkin lah pah, mamah tiba - tiba ketawa nggak jelas kalau nggak ada sebab. Kecuali kalau mamah kerasukan baru deh, mamah nggak tau sebabnya mamah ketawa karena apa? karena kan kata orang kalau kita kerasukan kita nggak akan tau apa yang kita lakukan, kecuali orang yang melihat kita. Bener kan pah ucapan mamah itu tentang kerasukan." kata Riri menjelaskan ucapannya pada Robi dengan cukup panjang sambil ia pun bertanya di ujung kalimat yang ia ucapkan pada Robi.


"Hem... iya sih mah ucapan mamah itu bener tenang kerasukan. Tapi mah maksudnya mamah, papah nggak menyadari sebabnya mamah ketawa itu apa? ko papah nggak paham ya mah." kata Robi menjawab ucapan Riri.


"Hem... jadi gini pah, tadi kan papah itu nunjukin wajah lugu nya papah ke mamah. Terus entah kenapa mamah jadi pengen ketawa gitu aja liat wajah papah itu. Bener loh pah wajah papah itu lucu makannya buat mah jadi ketawa." kata Riri menjawab ucapan Robi.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2