
Setelah cukup lama melihat satu sama lain tanda yang ada di leher mereka. Seketika wajah mereka pun terlihat berwarna merah karena melihat tanda itu.
Selain itu juga ada rasa merutuki diri sendiri yang lupa dengan tanda itu. Hingga akhirnya tanda itu pun dilihat oleh si bungsu.
Ayunda yang bingngung mau jawab apa. Di satu sisi ia yakin kalau ia tadi malam lihat drakula dan vampir yang hampir menggigitnya. Tapi setelah ia ingat bisikan Dion tadi. Ia pun tak mau mengambil resiko. Jadi akhirnya ia pun membiarkan Dion yang menjawab ucapan si bungsu.
Tetapi setelah lama menunggu Dion berucap namun sepertinya Dion pun menunggu Ayunda yang berucap duluan. Ia juga bingung mau bilang apa tentang tanda itu. Kalau jawab jujur pun ia takut malu sendiri. Apalagi tadi tanda itu ia dapatkan atas kesalahannya sendiri.
Hingga akhirnya Ayunda pun berucap "Em...sebenernya tanda ini tuh tanda..." kata Ayunda yang di potong seketika oleh Dion.
"Iya dek sama makhluk itu. Bahkan makhluknya sangat di luar prediksi menggigitnya sampai berbekas kaya gini." ucap Dion yang langsung menunjukan tandanya itu.
Sementara Ayunda di buat melongo seketika. Bukannya tadi Dion sendiri yang bilang dia nggak percaya. Kenapa sekarang malah dia sendiri yang percaya begitu aja. Sungguh di luar dugaan.
__ADS_1
"Tuh kan kakak ipar aku bener. Tapi kenapa tadi kakak bilang nggak liat makhluk kaya gitu ya" ucap si bungsu yang mengingat ucapan Dion sebelumnya.
"Lupa" jawaban Dion pun singkat.
"Oh gitu. Tapi muka makhluk itunya serem nggak kak, terus terus ada berada banyak" kata si bungsu antusias bertanya tentang makhluk itu.
"Iya dek serem bahkan sangat serem apalagi giginya yang luar biasa saat menggigit" ucap Dion pada si bungsu.
"Ih seremnya kak. Terus kakak sama kakak ipar masih tetep mau berlibur disana" kata si bungsu lagi.
"Eh... kak ko diem sih dari tadi malah kakak ipar yang banyak bicara. Kakak payah." kata si bungsu sekenanya.
"Ih kamu ini dek. Mau gimana kakak ikut bicara kalian asik gitu bicaranya tanpa melihat orang lain disisi kalian." kata Ayunda pada si bungsu.
__ADS_1
"Hehehehe... maaf maaf deh kak. Oh iya kak yuk ajak adek liat ke luar penginapan ini dong. Semalem kan adek cuman liatnya sekilas dan nggak begitu jelas. Jadi sekarang ajakin adek lagi berkeliling ya." kata si bungsu lumayan panjang.
"Nggak ah males nanti kamu jailin kakak lagi" kata Ayunda langsung menjawabnya.
"Ih kakak ko curigaan gitu sih. Nggak akan kaya gitu deh janji" kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Mana kakak percayalah, kamu kan orangnya nggak bisa di pegang kata - katanya" kata Ayunda apa adanya.
"Jangan ungkit - ungkit gitu dong kak. Aku kan malu kakak ipar tau aib ku. Hahahaha... kakak ku ini ternyata pinter juga bercanda mana ada aku nggak bisa di pegang kata - kata nya. Padahal udah ada bukti kakak aja semalem liat makhluk halus yang ku ceritakan. Jadi di mananya yang nggak bisa di pegang kata - katanya." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Kamu pikir aja sendiri lah dek. Bagian mananya yang harus di pegang kata - kata nya" kata Ayunda malah memberikan teka - teki pada si bungsu.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼