Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Di Luar Dari Pembahasan


__ADS_3

"Hem... gitu ya, tapi ko madam jadi makin penasaran caranya mereka bicara sama kamu tuh kek gimana?" kata madam Lexi yang menjawab ucapan si bungsu.


"Rahasia madam, itu nggak bisa di jelasin dengan sangat jelas sama aku nya. Karena aku udah tanda tangan kontrak sama mereka biar nggak membocorkan rahasia mereka ke orang lain." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.


"Luar biasa banget ya, sampai harus tanda tangan kontrak segala lagi. Kaya yang akan dapet job aja." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.


"Ya begitu lah madam, aku juga kadang suka ngedadak lupa kalau kontrak yang aku tanda tangani ini kontrak tentang apa. Karena mungkin saking banyak nya kali ya, yang harus di tanda tangani." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi, malah yang semakin menjadi tingkat khayalanya.


"Hem... kalau madam boleh tau, ada berapa banyak yang kamu tanda tangani cantik." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.


Si bungsu tak langsung menjawab ucapan madam Lexi barusan. Melainkan ia kini malah terdiam untuk beberapa detik lamanya.

__ADS_1


Tak lama setelah terdiam, si bungsu mulai mengeluarkan suaranya lagi untuk menjawab ucapan madam Lexi.


"Nggak banyak ko madam cuman sepuluh aja. Makannya suka pusing gitu. Apa lagi kalau harus nambah tanda tangan. Yang ada ntar aku makin pusing nih." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.


"Kalau sepuluh sih udah bisa di bilang banyak cantik. Tapi ngomong - ngomong itu tanda tangan kontrak tentang apa aja?" kata madam Lexi yang penasaran dengan ucapan si bungsu. Sehingga madam Lexi kemudian bertanya pada si bungsu.


"Banyak madam aku juga hampir lupa karena terlalu banyaknya kata yang di tanda tangani. Terus tiba - tiba udah ada sepuluh aja. Kan ke akunya jadi pusing gitu madam. Jadi maaf ya madam aku nggak bisa sebutin satu - satu." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.


Tapi ia mulai teringat, bahwa ucapan yang ia dan si bungsu bahas terlalu aneh. Sampai merambat kemana - kemana jauh dari pembahasan awal.


"Hem... aku jadi pengen tanya lagi. Tapi kalau aku pikir - pikir lagi ucapan aku sama si cantik ini agak aneh deh. Masa bahas nya sampai seperti ini. Kira - kira yang harusnya di salahin di sini tuh siapa? jadi bingung." kata madam Lexi di dalam hatinya.

__ADS_1


"Apa aku ubah lagi aja ya pembahasannya. Sepertinya memang harus kaya gitu deh. Kalau pembahasan yang ini terus di lanjutin. Ntar yang ada nggak tau sampai kapan berakhirnya." kata madam Lexi yang bertanya pada dirinya sendiri lalu di jawab sendiri juga oleh dirinya.


"Cantik... menurut kamu pembahasan kita ini aneh nggak sih?" kata madam Lexi pada si bungsu.


"Aneh maksudnya madam?" kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi dengan sebuah pertanyaan.


"Ya itu cantik aneh, kita malah bahas di luar dari pembahasan kita yang awal. Makannya madam barusan tanya ke kamu. Takut nya madam yang salah." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.


"Oh... gitu..., kalau menurut aku sih nggak aneh madam. Ini tuh satu server karena pembahasannya kan di ambil dari pembahasan yang awal kita tadi. Makannya menurut aku sih nggak aneh. Biasa - biasa aja atau fine - fine aja." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2