
"Lupain deh mah, papah lagi pengen bahas orang aneh itu." kata Rubi mengalihkan pembicaraan.
"Gini nih kalau udah penasaran, papah pasti buat mamah lupain - lupain aja. Papah tau kan rasanya penasaran itu kaya gimana?" kata Riri yang kesal dengan yang diucapkan Rubi untuk nya barusan.
"Tau ko pasti kepikiran terus, jadi berpikiran yang bukan - bukan. Kadang berpikiran positif tiba - tiba malah berpikiran negatif." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
"Nah itu papah tau, lalu kenapa papah malah buat mamah penasaran. Udah pah sekarang papah kasih tau mamah aja, biar mamah nggak penasaran." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
"Nggak mau mah, kita lanjut bahas orang aneh itu aja lah mah. Eh..." kata Rubi yang menunjuk ke arah Dion. Namun, setelah menunjuk tiba - tiba ia baru tersadar bahwa Dion dan Ayunda sudah tak ada lagi di tempat yang ia tunjuk tersebut.
Dengan bingung dan terheran - heran Rubi sempat menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal tersebut. Oleh salah satu tangannya.
"Kenapa pah, ko nggak di terusin." kata Riri yang melihat Rubi malah menghentikan ucapannya itu cukup lama. Hingga membuat ia yang menunggu Rubi meneruskan ucapannya langsung bertanya pada Rubi.
Rubi yang mendengar ucapan Riri. Awalnya ia ingin langsung menjawab ucapan Riri dengan cepat.
Tetapi ia urungkan dengan terdiam lagi untuk beberapa saat.
__ADS_1
Membuat Riri yang geram karena Rubi tak kunjung menjawab ucapannya itu. Langsung melihat ke arah yang di tunjuk Rubi barusan.
Di lihat lah sekeliling tempat Ayunda dan Dion berdiri tadi. Namun, setelah melihat berulang kali. Dion dan Ayunda tak terlihat ada di sekitaran tempat itu lagi.
Hingga membuat Riri mulai sadar bahwa Rubi terdiam karena terkejut atau sejenisnya saat ia menunjuk ke arah tempat Dion. Tetapi Dion nya tak ada sama sekali di tempat tersebut.
"Pah itu..." kata Riri sambil menunjuk ke arah tempat Dion dan Ayunda berdiri sebelumnya.
"Hem... mereka udah nggak ada mah." kata Rubi akhirnya menjawab ucapan Riri.
"Kemana mereka pah?" kata Riri bertanya pada Rubi.
"Papah nggak tau mah mereka kemana." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
"Papah kan bukan orang tua mereka." kata Rubi melanjutkan ucapannya.
"Ih... papah nih, mana ada papah jadi orang tua mereka. Kita aja belum punya anak dan masih muda. Masa anak nya udah Segede gitu dan kayanya seumuran juga. Ckckck... pah, pah." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
__ADS_1
"Hahaha... iya juga ya mah, papah ko lupa kalau papah nih masa muda. Untung aja mamah ingetin." kata Rubi menjawab ucapan Riri dengan tertawa.
"Em... kayanya papah memang udah nggak muda lagi deh." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
Mendengar ucapan Riri barusan membuat Rubi langsung menjawab ucapan tersebut.
"Ko bisa gitu mah?" inilah kata yang di keluar kan Rubi untuk menjawab ucapan Riri.
"Bisa dong pah." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
"Bisa nya karena apa mah? papah kan memang masih muda." kata Rubi yang tak terima dengan jawaban yang keluar dari bibir Riri untuk dirinya.
"Iya papah memang masih muda. Tapi..." kata Riri yang sengaja menghentikan ucapannya.
Membuat Rubi yang penasaran langsung mengeluarkan suara nya lagi.
"Tapi apa mah? lanjutin ngapa ucapannya itu. Jangan setengah - setengah." kata Rubi pada Riri yang terdiam tersebut.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼