
"Siap bang rahasia abang aman sama saya mab. Tapi kalau boleh tau wajah istri abangnya kaya gimana ya?" kata Ayunda yang malah tak menyadari bahwa Dion sedang membicarakan dirinya itu.
"Sebelum saya kasih liat wajah istri saya ke mbak saya mau tanya dulu nih. Mbak beneran pengen tau wajah istri saya."
"Iya bang ntar kan kalau saya ketemu saya akan merahasiakan ucapan bang barusan ke saya itu dari istri abang."
"Bener juga ya mbak ucapan mbak itu. Tapi... istri saya lagi nggak mau di kasih liat mbak wajah nya."
"Ko bisa gitu sih bang."
"Em... mungkin takut kali mbak."
"Takut apa?"
"Takut mbak berbuat macam - macam."
"Emangnya saya keliatan seperti orang jahat ya."
Dion lalu melihat wajah Ayunda tanpa berkedip. Membuat Ayunda yang masih tak sadar menatap aneh pada Dion.
"Ini abang ko malah liatin aku kaya gitu sih. Jadi takut aku liat nya juga. Apa aku kabur aja ya. Hem... seperti nya memang harus kabur deh. Dari pada nanti aku jadi bahan amarahnya bisa gawat nih." kata Ayunda yang sedang merencanakan sesuatu untuk pergi meninggalkan Dion saat ini.
Lalu Ayunda mulai berdiri dari duduk nya saat ini dan bersiap untuk pergi meninggalkan Dion yang masih terduduk di kursi yang Ayunda barusan duduki itu.
Di saat langkah kaki itu mulai melangkah. Dion yang sedang melihat Ayunda langsung menarik tangan Ayunda.
Membuat Ayunda refleks menepis tangan itu. Dan bersiap untuk berteriak.
Namun, sebelum Ayunda berteriak. Tangan Dion lebih dulu menutup bibir Ayunda.
__ADS_1
"Jangan teriak yank, ini kakak. Kamu ini gimana sih? masa nggak sadar sedari tadi kamu duduk di samping kakak. Makannya kalau duduk tuh jangan sibuk terus liat hanphone sampai nggak sadar kakak duduk di samping kamu." kata Dion berbisik di dekat telinga Ayunda.
Ayunda yang di tutup bibirnya seketika menjadi kesal dengan ucapan Dion tersebut. Dan tanpa berpikir lagi ia langsung menggigit tangan Dion yang berada di bibirnya itu.
Membuat Dion melepaskan tangannya dari bibir Ayunda dan sedikit mengeraskan suaranya karena Ayunda yang tiba - tiba menggigit tangannya itu.
"Aw... sakit yank, kamu nih kaya apa aja. Gigit tangan kakak segala."
"Masalah emangnya kak, aku gigit tangan kakak itu."
"Iya dong yank masalah, kalau nanti tangan kakak berdarah gimana?"
"Kalau berdarah ya di perban kak terus di kasih obat. Gampang kan apa susah nya coba." kata Ayunda menjawab ketus ucapan Dion sambil beranjak untuk pergi meninggalkan Dion.
"Iya sih gampang yank, tapi ko kamu tega sih yank mau tinggalin kakak."
"Yank jahat kamu sama kakak."
"Ini tuh nggak jahat kak, tapi..." kata Ayunda yang seketika terhenti tak lagi meneruskan ucapannya itu.
Karena ada sesuatu hal yang membuat ia harus menghentikan ucapannya itu.
Dalam keadaan berdiri seperti ini dan dalam keadaan masih berdebat.
Tiba - tiba bibir Dion malah menyentuh bibir Ayunda. Membuat Ayunda yang belum selesai dengan ucapannya menjadi terdiam untuk beberapa saat.
Dan ketika ia mulai tersadar dari terdiam nya itu, ia mulai mencoba menghentikan sentuh bibir Dion tersebut pada bibirnya.
Di dorong lah tubuh Dion oleh Ayunda untuk menghindari ciuman itu.
__ADS_1
Namun sudah beberapa kali Ayunda mendorong tubuh Dion agar ciuman itu terlepas.
Dion malah semakin memperdalam ciuman itu. Membuat Ayunda akhirnya mengeluarkan suaranya pada Dion.
"Kak lepas ih... apaan sih. Malu tau nggak, ini tuh di depan umum. Kalau kita di bilang mesum gimana? lepas kak lepas." kata Ayunda pada Dion.
"Biarin kakak nggak peduli."
"Ya ampun kak, aku nggak mau ya. Kalau aku denger orang - orang bilang aku ini mesum. Lebih baik sebelum itu terjadi kakak lepas sekarang ciumannya."
"Kalau kakak nggak mau gimana? tau nggak yank ciuman seperti ini tuh jarang banget kita lakuin di tempat umum kaya gini. Jadi..."
"Jadi sekarang aku gigit bibir kakak." kata Ayunda yang mengigit bibir Dion dengan keras.
"Aw... yank kamu nih. Apa - apan sih, ko malah di gigit. Untung aja nggak berdarah."
"Kakak yang apa - apaan main cium - cium aku aja."
"Emangnya salah gitu kalau suami cium istrinya."
"Salah sih nggak tapi tau tempat lah kak. Ini tuh tempat umum. Nggak semua orang tau kalau kita tuh udah nikah. Jadi jangan aneh - aneh deh."
"Hem... tapi yank..."
"Tapi apa lagi kak, kakak mau membenarkan tingkah kakak barusan. iya kaya gitu." kata Ayunda dengan memelototkan matanya.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1