
"Siapa bilang nggak tepat? itu tuh udah tepat yank, dimana kamu pengen tau di situ kan harus ada hal yang bisa kamu berikan dulu atau turutin dulu baru kakak bisa kasih tau yang kamu inginin. Ini baru yang tepat nya yank, iya nggak." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil mengangkat ke dua alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan tersebut.
"Sejak kapan ada peraturan kaya gitu?" kata Ayunda bertanya ucapan Dion.
"Sejak saat ini, jadi sekarang kamu mau pilih yang mana yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan cepat dan memberikan Ayunda sebuah pilihan.
"Em... nggak mau pilih ke dua - dua nya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion tanpa kepastian.
"Hadeh... yank, ko nggak mau pilih dua - dua nya sih." kata Dion yang tak habis pikir dengan jawaban Ayunda.
"Ya biar nggak pro ke salah satunya lah kak, jadi adil gitu aku nggak pilih ke dua - dua nya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Adil darimana nya coba? kamu nih yank malah buat kakak bingung. Kalau nggak pilih salah satu dari pilihan kakak itu. Darimana bisa di bilang adil." kata Dion yang bertanya pada Ayunda.
"Ya di adain aja kak, biar adil. Gitu kan gampang. Udah ah... kak aku mau mandi. Dah..." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Lalu Ayunda pun mulai berdiri dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Ketika tubuh Ayunda sudah berdiri tegak. Tiba - tiba ada sesuatu yang membuat ia menjadi kaget atas tindakan Dion yang tiba - tiba telah menggendongnya.
"Argh... kak... ih... ko aku nya di gendong sih. Turunin nggak aku mau ke kamar mandi nggak mau di gendong kaya gini." kata Ayunda yang telah di gendong oleh Dion.
"Shut... jangan berisik, diem dan jangan bergerak. Bisa kan, apa lagi teriak - teriak." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan nada yang sedikit tegas membuat Ayunda menjadi diam seribu bahasa.
Kemudian dengan refleks Ayunda langsung mengagukkan kepalanya dengan sangat patuh untuk menjawab ucapan Dion tersebut.
"Bagus" kata Dion menjawab anggukkan kepala Ayunda dengan satu kata yang ia ucapkan pada Ayunda.
Lalu Dion mulai melangkahkan kaki pergi menuju ke arah kamar mandi.
Langkah demi langkah mulai Dion lakukan untuk menuju kamar mandi. Sehingga tak terasa langkah itu telah berhenti tepat di depan pintu kamar mandi.
Kemudian Dion mulai mengeluarkan suaranya lagi pada Ayunda.
"Yank buka pintu nya." kata Dion pada Ayunda.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Ayunda langsung cepat - cepat membuka pintu kamar mandi tersebut.
Ntah, hal tersebut karena Ayunda takut Dion berbicara dengan tegas lagi pada dirinya atau karena refleks mendengar ucapan Dion tersebut. Dan yang tau itu semua hanya Ayunda.
Ceklek...
Pintu kamar mandi mulai terbuka perlahan demi perlahan. Sampai pintu itu terbuka dengan sempurna.
Setelah pintu terbuka sempurna Ayunda kemudian melihat ke arah Dion pandangannya.
Sehingga pandangan mereka saat ini saling bertatapan untuk beberapa detik lamanya.
"Kenapa yank ko liatin kakak nya kaya gitu? tenang nggak usah tegang yank. Kita cuman mandi bareng ko nggak akan ada yang lain. Jadi nggak usah tegang kaya gitu kamu nya." kata Dion yang mulai curiga dengan tatapan Ayunda.
"Siapa yang tegang coba kak? aku nggak tegang ko, lagi pula tadi kan kakak udah bilang mandi bareng aja. Jadi memang seharusnya di tepati kan ucapan kakak itu." kata Ayunda menjawab apa adanya ucapan Dion.
"Hem..." kata Dion menjawab ucapan Ayunda hanya dengan deheman saja.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼