Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Saling Bicara


__ADS_3

Langkah kaki si bungsu pun terhenti, tak kala ia sudah berada di hadapan kakak, kakak ipar, ayah dan ibunya.


"Kak, makasih untuk acara ini dan maafin adek yang marah sama kakak beberapa hari ini." kata si bungsu kepada Ayunda.


"Hem, iya dek sama - sama. Kakak juga minta maaf waktu itu buat adek marah sama kakak" kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


Kemudian mereka berdua pun langsung berpelukan sebagai tanda bahwa mereka sudah berbaikan.


Ketika suasana sudah kembali hangat kakak dan adek itu pun bercanda ria menikmati acara demi acara ulang tahun ini. Hingga tak terasa waktu sudah sangat larut malam dan orang - orang pun sudah pamit pulang ke rumahnya masing - masing.


Sedangkan tuan rumah masih berkumpul di ruangan itu untuk sekedar menikmati suasana kebahagiaan acara ini yang berjalan dengan baik dan sukses.


Beberapa menit telah berlalu. Mereka pun akhirnya kembali ke kamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya saat sebelum acara ini dan setelah acara ini.


Kini Ayunda dan Dion pun telah sampai di kamar mereka. Dan mereka menyempatkan waktu untuk saling bicara sebelum merek tertidur.

__ADS_1


"Sayang, kakak mau lanjutin pertanyaan kakak yang tanyain datang bulan kamu udah selesai atau belum" Kata Dion memulai ucapannya kepada Ayunda.


Ayunda lalu mencoba berkilah. "Em... kak, lanjutin besok ya bahas itu nya. Aku udah ngantuk pengen tidur"


"Kenapa sih yank kamu kan tinggal jawab aja. Kan gampang dan gak susah juga kan." Kata Dion yang memprotes ucapan Ayunda itu.


"Ya tapi kak, akunya emang udah pengen tidur jadi besok aja ya bahasanya" kata Ayunda lagi.


"Hem, ya udah deh aku ngalah sama kamu yank" kata Dion pun pasrah.


"Eh, tapi bentar deh yank, jangan tidur dulu. kamu harus liat ini dulu" kata Dion sambil memberikan sesuatu kepada Ayunda.


Awalnya ia biasa saja melihat apa yang di berikan Dion padanya. Namun setelah ia baca kembali. Mata yang awalnya masih setengah ngantuk menjadi melek dan sadar sepenuhnya dari rasa kantuk itu.


"Apa? kakak nggak salah apa" tanya Ayunda pada Dion setelah ia melihat sesuatu itu.

__ADS_1


"Nggak. Memangnya kenapa?" kata Dion kepada Ayunda yang sebenarnya dalam hati Dion ingin sekali tertawa terbahak - bahak. Apa lagi melihat wajah Ayunda setelah melihat sesuatu itu. Tapi ia urungkan karena ia ingin coba nggak tau apa - apa dengan maksud dari Ayunda itu.


"Ini kak, coba deh kakak liat dan pastiin lagi siapa tau ke tuker sama orang" kata Ayunda memberikan sesuatu itu pada Dion.


Dion pun kemudian menuruti permintaan Ayunda ini dengan melihat sesuatu itu. " Nggak yank ini nggak ke tuker sama sekali"


"Kakak serius nggak salah gitu" kata Ayunda yang masih nggak percaya sama sesuatu itu.


"Iya yank nggak. Itu emang punya kita" kata Dion.


"Ish... kak. Masa iya harus kesini nggak ada yang lain apa" kata Ayunda.


"Memangnya kamu mau yang lain kaya gimana sih. Itu udah yang paling bagus yank" kata Dion lagi.


"Yang bukan kaya gini lah kak" kata Ayunda masih tak terima.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2