
Setelah si bungsu menyimpan laptop itu ketempat sebelumnya. Ia lalu membalikan tubuhnya kembali ke arah pintu kamar untuk keluar dari kamar tersebut.
Tetapi tak kala ia sudah hampir keluar dari kamar itu. Ia pun di panggil oleh kakaknya.
"Dek. Masih marah sama kakak. Sampai nggak mau liat kakak" kata Ayunda pada si bungsu.
Sementara si bungsu malah berbicara pada kakak iparnya dan menghiraukan lagi ucapan Ayunda.
"Kakak ipar aku duluan ya. Makasih kak sekali lagi udah Pinjemin laptopnya" kata si bungsu berpamitan pada kakak iparnya. Dan tak lupa juga mengucapkan terima kasih lagi pada kakak iparnya itu.
"Hem iya. Eh dek tunggu kamu nggak ada niatan buat maafin kakakmu ini dek" kata Dion yang menjawab ucapan si bungsu. Lalu bertanya padanya apakah ia akan maafin Ayunda.
"Gimana ya kak, aku sebenernya males banget liat wajah kakak. Apalagi harus maafin kesalahannya" kata si bungsu yang menjawab pertanyaan Dion.
__ADS_1
"Lah ko, gitu sih dek, kasian loh kakakmu udah merasa bersalah gini. Gimana kalau misalnya nanti kalau nangis" kata Dion yang menanggapi ucapan dari adeknya dan memberikan pertanyaan kembali yang seperti sebuah ancaman agar si bungsu bisa maafkan kakaknya itu.
"Ya gapapa dong kak, itu lebih bagus biar kakak nggak ulangi lagi kesalahannya yang dengan teganya bohongin adek"kata si bungsu lagi.
Dan Ayunda pun akhirnya ikut dalam pembicaraan itu. " Dek, maafin kakak. Kakak janji deh nggak akan ulangi lagi. Tapi kamu mau maafin kakak kan" kata Ayunda pada si bungsu.
"Gimana ya kak, tapi aku nggak yakin deh kakak akan tepati janji kakak. Kecuali kakak kasih jaminan buat aku" kata si bungsu pada Ayunda.
"Ya maksud aku. Kaya misalnya kakak akan berikan aku sesuatu misalnya hadiah atau apa pun itu. Kalau misalnya kakak bohongin adek lagi. Itu artinya kakak harus berikan adek jaminannya saat itu juga. Gimana sampai sini apa kakak udah paham" kata si bungsu yang menjelaskan mengenai jaminan itu pada Ayunda.
"Hem... Terus kamu mau jaminannya apa?" kata Ayunda bertanya lagi pada si bungsu.
"Nanti aku pikirkan kalau misalnya kakak ngulangin kebohongan lagi sama aku" kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Oh... kakak kira kamu udah tau jaminannya mau apa. Tapi bentar deh kalau misalnya yang berbohong itu kamu gimana? apa kakak juga dapat jaminan dari kamu atau nggak" kata Ayunda yang menjawab ucapan si bungsu dan bertanya jika si bungsulah yang berbohong kepadanya maka apakah dia mendapatkan jaminan juga atau tidak.
"Nggak akan lah kak. Inikan aku yang buat jaminannya jadi nggak berlaku buat aku" kata si bungsu.
"Tapi itu artinya nggak adil dong buat kakak. Masa iya kamu dapet jaminan sedangkan kakak nggak sama sekali" kata Ayunda lagi.
"Ya itu udah resiko kakak lah. Dan ucapan ku udah nggak bisa di ganggu gugat. Jika kakak ingin dimaafin sama aku maka kakak hanya cukup menyetujui keinginanku ini" kata si bungsu dengan sungguh - sungguh tanpa ada bantahan.
"Hem iya deh. Kakak setuju. Asal kamu maafin kakak" kata Ayunda dengan lesu dan pasrah atas jawabannya itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1