Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Kejelasan Dari Undangan Tempo Hari


__ADS_3

Disaat itulah Dion menunggu jawaban atas pertanyaan dari Ayunda. Namun karena Ayunda seperti tak ingin menjawab ucapannya dan seperti mencoba mengingat apa ia membuka undangan itu atau ngga.


Dion pun, lalu mengulang lagi pertanyaannya itu kepada Ayunda. "Apa kamu sudah ingat atau belum. Bahwa kamu telah melihat undangan itu."


Karena terlalu larut dalam mengingat, Ayunda pun sempat kaget dibuatnya. Dan kemudian ia menjawab ucapan Dion tersebut.


"Kalau ngga salah. Aku memang hanya baru memegangnya saja. Saat aku telah menerima undangan itu. Handphone ku berbunyi tanda adanya pesan yang masuk, setelah itu aku lihat isi dari pesan itu yang ternyata pesan dari kamu yang bilang undang itu kamu yang kirim ke aku."


"Oh ya. Tapi aku ngga ngerasa kirim pesan deh sama kamu"


"Masa sih, tapi aku ngga bohong loh. Itu memang pesan dari kamu. Lalu kalau misalnya itu bukan dari kamu terus pesan itu dari siapa? Masa iya hantu kan ngga mungkin."


"Bentar deh. Tapi kayanya beneran bukan aku. Soalnya aku memang ngga pernah kirim pesan lagi ke kamu setelah penolakan itu."


"Ih, jangan diingetin lagi soal penolakan itu. Aku jadi merasa ngga enak sekali rasanya kalau bahas tentang kejadian tempo hari."

__ADS_1


"Iya deh maaf. Bukan maksud aku mau ingetin kamu soal kejadian itu."


"Hem, ya udah kalau gitu aku mau tau rencana ini kenapa bisa aku ngga tau dan sukses buat aku terkejut dan ngga nyangka juga kalau aku udah jadi istri kamu."


"Yakin nih mau tau rencananya"


"Iya sangat yakin"


"Baiklah kalau kamu udah yakin ingin tau rencananya. Biar ku beritahu, satu bulan sebelum acara wisuda kamu aku dan keluargaku udah melamar kamu secara langsung pada kedua orang tua mu dan singkat cerita orang tua mu menerima lamaran itu. Tapi aku pun diminta buat pastiin kalau jawaban kamu setuju dan menerima lamaran dariku. Tapi jika kamu menolak. Aku pun meminta kedua orang tua mu bantuin aku buat langsung menikahi mu satu bulan setelah acara wisudamu itu. Mau kamu terima atau menolak lamaran ku saat wisudamu itu, pernikahan akan tetap dilangsungkan. Hingga sampailah waktu dan rencana itu terlaksana hari ini."


"Ih ko kamu jahat banget sih. Masa iya aku nolak atau ngga pernikahan akan tetap dilaksanakan. Ya terus buat apa kalau gitu aku harus pilih. Kalau jawaban diantaranya tetap aja akan menikah."


"Ngga"


"Oh ya, bener nih ngga bahagia"

__ADS_1


"Iya, emangnya aku keliatan ngga serius apa"


Sambil mendekatkan wajahnya ke Ayunda, Dion pun kemudian berbicara "Iya, keliatan banget ngga jujurnya"


"Apa?" Ayunda pun kaget atas jawaban dari Dion tersebut.


"Ya kamu keliatan banget ngga jujurnya. Soalnya dari tadi pas kamu lagi menerima uluran tangan dari semua orang yang hadir. Wajah kamu selalu tersenyum bahagia menyambutnya. Bukankah itu tandanya kamu juga bahagia atas pernikahan ini."


"Ya ngga kaya gitu juga kali. Masa iya aku harus tunjukkin ke orang - orang kalau aku ngga bahagia atas pernikahan ini. Ya kamu coba bayangin aja kalau kamu yang berada di posisiku saat ini. Apa yang akan kamu lakukan?"


"kamu yakin mau tau apa yang akan aku lakukan?"


"Iya ih, kamu bertele - tele banget sih jawabnya. cepetan jawab?"


"Hem, aku akan jujur aja, kalau aku tuh bahagia"

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2