Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Ada Kenangan - Kenangan


__ADS_3

Dion dan si bungsu kemudian melangkahkan kaki untuk bertukar posisi. Saat semuanya sudah berubah tak menunggu lama si bungsu mulai memfoto Ayunda dan Dion.


Di dalam foto itu semuanya terlihat sangat manis dan romantis. Karena Ayunda dan Dion ini memang pasangan yang sangat serasi.


Walau banyak perdebatannya, tapi itu menunjukkan bahwa mereka tidak ingin pernikahannya itu. Hanya lurus - lurus saja.


Yang nggak ada perdebatan karena di balik perdebatan itu ada rasa yang saling mereka ungkap kan bahwa mereka tak ingin seperti ini, tak ingin seperti itu.


Intinya mereka ingin menyelesaikan semua permasalahan dengan cara berdebat menunjukkan rasa suka atau tidak ada rasa suka.


Hingga nantinya akan ada solusi untuk masalah yang mereka perdebatkan. Baik itu mereka memilih mengalah pada pasangannya atau menetapkan keinginan nya agar pasangan nya bisa menyetujui keinginannya itu.


Tapi tak jarang juga ada jalan tengah untuk menyelesaikan perbedaan di antara mereka berdua melalu solusi lain yang tidak memilih dari keinginan mereka berdua.


Karena di situ maka akan tercipta sesuatu hal yang membuat mereka tahu kepribadian dari pasangan mereka. Apakah saling menghargai atau hanya ingin menang sendiri.


Hingga mereka memilih untuk berdebat satu sama lain. Untuk mengetahui kepribadian dari diri mereka masing - masing.


Itu lah sebuah pernikahan yang mereka jalani selama ini. Pernikahan yang ingin selalu ada kenangan - kenangan tersendiri karena perdebatan itu.

__ADS_1


Kembali lagi pada si bungsu saat ini yang sudah memfoto Ayunda dan Dion lebih dari sepuluh foto.


"Mau lagi atau udah kak, kakak ipar. Ini adek udah foto lebih dari sepuluh. Mau di liat dulu atau mau lanjut lagi fotonya kalau misalnya kakak sama kakak ipar masih ingin aku foto." kata si bungsu pada Dion dan Ayunda.


"Gimana yank menurut kamu?" kata Dion bertanya terlebih dahulu pada Ayunda sebelum menjawab ucapan si bungsu.


"Em... udah aja kak, aku kasihan dari tadi adek terus foto kita. Dan aku nya juga udah capek terus - terusan di foto."


"Hem... ya udah yank yuk kita langsung ke sana aja temuin adek."


"Oke karena kalian nggak ada yang mau jawab aku foto sekali lagi ya."


"Nggak usah dek, Kita berdua udah ko di fotonya."


"Hem... iya deh iya"


"Kak kita di foto dulu katanya."


"Iya yank nggak papa turutin aja keinginan adek dari pada ntar malah... em... kamu tau sendiri lah yank gimana sikap adek."

__ADS_1


"Hem iya kak nggak perlu di jelasin. Lebih baik sekarang kita bersiap untuk di foto aja."


"Iya yank" kata Dion menjawab ucapan Ayunda secara singkat.


"Udah siap belum di fotonya pegel nih dari tadi udah siap buat foto tapi kakak sama kakak ipar malah pada sibuk bicara."


"Hem... maaf dek, langsung aja dek kita udah siap"


"Oke kak, kalau gitu aku hitung sampai tiga ya."


"Iya dek"


"Satu... dua... tiga..."


Cekrek...


Foto Ayunda dan Dion pun telah diambil oleh si bungsu. Dan si bungsu begitu puas dengan hasil foto yang terakhirnya ini. Karena sangat pas dan bagus saat dilihat.


"Em... aku kayanya berbakat juga jadi fotografer, hasil fotonya aja kaya gini. Luar biasa bagus banget." kata si bungsu di dalam hati nya membanggakan diri nya sendiri dengan hasil foto yang ia lakukan itu.

__ADS_1


bersambung..


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2