Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Masih Samar - Samar


__ADS_3

Ketika Ayunda dan Dion yang sedang berdebat di telpon tak kunjung berakhir.


Di lain tempat tepatnya di dalam penginapan. Mamah, papah, ayah dan ibu mereka berempat sedang membicarakan Dion, Ayunda dan si bungsu yang sampai sekarang belum pulang ke penginapan.


"Pah" kata mamah memanggil papah yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan ayah dan ibu.


"Iya mah" kata papah menjawab panggilan dari mamah.


"Em... mamah mau..." kata mamah yang kini malah terdiam.


Membuat papah yang menunggu mamah melanjutkan ucapannya itu. Menjadi tak sabar hingga akhirnya papah bertanya pada mamah.


"Mau apa mah? ko malah nggak di terusin ucapannya."


"Em... mamah lagi mikirin kata yang tempat dulu pah. Buat bicara sama papah nya."


"Terus sekarang udah nemu kata yang tepatnya ."


"Sebenernya sih masih samar - samar pah. Tapi karena papah keliatan nggak sabar. Jadi mamah putusin buat kasih tau ke papah kata yang tepat nya itu apa sekarang."


"Hem... gitu ya mah, tapi mah kalau mamah masih bingung sih lebih baik dipikirin dulu aja mah. Nggak usah terburu - buru."

__ADS_1


"Nggak papa pah, mamah kasih tau papah nya sekarang aja."


"Ya udah deh, kalau mamah mau nya kaya gitu. Papah nggak bisa berbuat apa - apa lagi."


Setelah papah selesai dengan ucapannya. Mamah pun mulai mengeluarkan suara nya kembali.


"Baik pah, sekarang mamah kasih tau ya."


"Iya mah silahkan."


"Oke pah"


Lalu mamah pun mulai memberitahukan apa yang akan ia ucapkan pada papah saat ini.


Sementara papah yang mendengar kata demi kata ucapan mamah. Sempat terdiam untuk beberapa saat.


Jika saja ibu tak mengeluarkan suaranya untuk ikut dalam pembicaraan mamah dan papah. Seperti nya papah tak akan cepat tersadar dari diam nya itu.


"Bener banget apa yang di ucapkan nya itu. Mereka bertiga ko belum pulang ya. Apa terjadi sesuatu sama mereka bertiga. Hingga membuat mereka belum pulang sampai saat ini." kata ibu yang menyadarkan papah dari terdiam nya itu. Saat papah mendengar suara ibu tersebut.


"Hus... bu jangan sembarangan bicara. Mungkin mereka bertiga lagi asyik jalan - jalannya sampai lupa sama waktu. Jangan berpikiran yang aneh - aneh deh bu. Apalagi yang negatif seperti yang ibu bilang barusan." kata ayah menjawab ucapan ibu.

__ADS_1


"Bukannya gitu yah, tapi ibu barusan kan..." kata ibu yang baru saja ingin sedikit membenarkan ucapannya itu yang di tegur sama ayah. Tetapi tak sempat menyelesaikan ucapannya itu. Ia malah terdiam saat ayah tiba - tiba memotong ucapan nya.


"Udah bu jangan membela ucapan ibu itu." inilah kata yang ayah keluar kan saat memotong ucapan ibu.


"Hem... ayah jahat banget sih sama ibu."


"Bukan gitu bu, tapi ayah kan cuman ingetin ibu aja biar nggak sembarangan bicara. Ntar kalau ucapan ibu itu bener, gimana coba?" kata ayah menjawab ucapan ibu.


"Iya deh iya ibu salah. Ibu nggak akan ulangi lagi bicara sembarangannya." kata ibu menjawab ucapan ayah.


"Bener nih bu, ibu nggak akan kaya gitu lagi." kata ayah mencoba meyakinkan kembali ucapan dari ibu barusan untuk dirinya.


"Iya yah ibu beneran." kata ibu menjawab ucapan ayah.


"Oke kalau gitu, ayah pegang ya ucapan ibu itu."


"Terserah ayah aja. Mau di pegang kek nggak kek itu terserah ayah aja."


"Oke bu" kata ayah menjawab singkat ucapan ibu.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2