Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Kesal Dan Jengkel


__ADS_3

"Ya udah" kata Dion hanya mengatakan dua kata saja untuk menjawab ucapan Ayunda.


"Udah gitu aja" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Iya lah itu aja. Mau apa lagi coba?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Ayunda yang sudah kesal dan jengkel dengan semua ucapan Dion terhadap dirinya.


Langsung mencubit perut Dion dengan sangat kencang dan membuat Dion kesakitan karena cubitan Ayunda tersebut.


"Aw... yank, kenapa perut kakak di cubit sih?" kata Dion yang secara refleks langsung mengeluarkan suaranya dengan kencang ketika Ayunda mencubit perut nya tersebut.


"Aku tanya nih ya kak" kata Ayunda menjawab ucapan Dion. Kemudian terdiam untuk beberapa waktu.


Membuat Dion yang tak sabar langsung mengeluarkan suara nya kembali.

__ADS_1


"Tanya apa yank? jangan lama - lama deh diem nya. Tau nggak, ini tuh perbuatan buang - buang waktu." kata Dion yang mulai emosi karena Ayunda terlalu lama terdiam.


"Sabar kak, jadi orang tuh harus sabar. Apalagi sama istri sendiri harus paling sabar. Kalau istri di gini in terus nih sama suaminya. Bisa - bisa dia bakalan..." kata Ayunda yang belum sempat menyelesaikan ucapannya itu. Seketika langsung di potong oleh Dion yang secara tiba - tiba mengeluarkan suara nya.


"Bakalan apa? jangan coba - coba deh kamu yank buat kakak semakin emosi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Emosi, emosi apa coba? perasaan aku bicara nya biasa aja ko. Nggak ada intonasi yang bisa bikin kakak emosi. Tapi ko aneh bisa buat kakak emosi." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan santainya.


"Bisa, kamu sadar nggak sih yank. Ucapan kamu ini, itu udah lebih bisa buat kakak emosi. Apalagi setiap kata yang kamu ucapin, malah buat kakak jadi semakin emosi. Kamu mau berbuat macam - macam di belakang kakak. Hah... gitu, iya kamu mau kaya gitu. Jawab bukan diem aja kaya gini." kata Dion yang benar - benar meluapkan emosi nya saat menjawab ucapan Ayunda tersebut.


"Ayo Ayunda berpikir, jawab apa ucapan kakak ke kamu saat ini." kata Ayunda lagi berbicara di dalam hatinya.


"Huh... hah... tarik napas huh... hah... tarik napas huh... hah..." kata Ayunda yang semakin sibuk menarik napas nya untuk mengatur kembali napasnya agar tak seperti ini lagi.


Ya, saat ini napas Ayunda sangat - sangat tak beraturan yang begitu berdetak sangat kencang.

__ADS_1


Seperti dentuman jarum jam yang terus berputar tanpa henti kecuali jam tersebut sudah tak bisa berputar dengan baik.


Entah karena rusak atau karena baterai jam nya lemah. Sehingga jarum jam pun tak bisa berputar terus - menerus untuk memberitahukan waktu yang seharusnya kita ketahui.


Kembali lagi pada detak jantung Ayunda yang saat ini sudah mulai normal kembali sedikit demi sedikit.


"Huh... leganya, jantung ini udah mulai normal lagi detak nya. Walau masih sedikit agak kencang sih. Tapi ini udah lebih baik dari yang sebelumnya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Yank kebiasaan deh kamu. Kalau di tanya suka lama jawabnya." kata Dion yang tiba - tiba sempat membuat Ayunda terkejut mendengar ucapan Dion tersebut.


"Eh... ya ampun kak, bisa nggak sih jangan buat aku kaya gini. Aku tuh kaget tau nggak denger kakak barusan. Mana lagi bengong lagi aku nya. Kak... kak..." kata Ayunda dengan refleks menjawab ucapan Dion.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2