
Mamah dan papah yang melihat dan mendengar percakapan di antara ayah dan ibu menjadi terdiam.
Namun, ternyata selain terdiam mamah dan papah juga sempat berbisik satu sama lain.
"Pah liat besan seperti ini. Menurut papah gimana?" Kata mamah yang pertama kali berbicara pada papah sambil berbisik.
"Gimana apa nya mah?" Kata papah yang nggak paham dengan yang di maksud oleh mamah tersebut.
"Itu loh pah, maksud mamah. Papah sekarang mau biarin besan kita tetep seperti ini atau mau kita hentiin perdebatannya." Kata mamah menjelaskan apa yang ia maksud pada papah.
"Oh gitu yang mamah maksud, papah kira apa. Papah sih bingung mah mau kaya gimana? Kalau menurut mamah gimana?" Kata papah menjawab ucapan mamah sambil bertanya juga pada mamah.
"Ih papah nih mamah tanya juga. Eh... malah di tanya balik." Kata mamah sambil memukul pelan tangan papah oleh salah satu tangannya.
"Hem... maaf deh mah, papah sekarang lagi bingung mah. Makan nya papah coba tanya juga ke mamah. Siapa tau mamah udah ada pilihan mau ngapain dan mau apa." Kata papah menjawab apa ada nya ucapan mamah tersebut. Sesuai dengan yang ia rasakan saat ini.
"Hem... gitu, ya udah pah. Gimana kalau kita ikut bicara aja diantara perdebatan mereka ini. Secara otomatis kan perdebatan mereka akan teralihkan nih. Jadi kita bisa bahas hal lain juga. Gimana menurut papah ucapan mamah barusan?" Kata mamah memberikan solusi untuk pembicaraan di antara dirinya dan papah saat ini.
"Boleh juga tuh mah, kita coba lakuin hal itu aja." Kata papah menyetujui solusi yang mamah berikan.
__ADS_1
"Berhubung papah udah setuju. Sekarang kita langsung masuk ke perdebatan mereka aja. Tapi yang bicara duluan mau siapa dulu. Mamah atau papah." Kata mamah menjawab ucapan papah.
"Mamah aja lah yang bicara duluan."
"Kenapa nggak papah dulu aja?"
"Papah kan bingung mah, takut salah bicara ntar pas ikut dalam perdebatan mereka nya."
"Gitu ya pah, ya udah deh sekarang mamah aja yang bicara duluan. Tapi setelah mamah bicara papah juga harus bicara juga ya."
"Iya mah siap"
Setelah itu, kini mamah mulai mengeluarkan suara nya untuk ikut dalam perdebatan tersebut.
"Pak, bu maaf nih. Saya ikut dalam pembicaraan kalian boleh." Kata mamah pada ibu dan ayah.
Ibu dan ayah yang sedang berdebat kini keduanya seketika terdiam saat mereka berdua mendengar ucapan dari mamah tersebut.
Saling pandang lah ayah dan ibu saat mereka sama - sama terdiam.
__ADS_1
Entah apa yang membuat mereka malah saling pandang bukannya menjawab ucapan dari mamah tersebut.
Entah mereka sedang saling memberikan kode atau mereka sedang mencari kata yang tepat untuk menjawab ucapan mamah yang tiba - tiba mereka dengar itu.
Sampai akhirnya mereka yang saling pandang pun mulai mengeluarkan suara nya untuk menjawab ucapan mamah.
"Boleh ko bu, kenapa nggak boleh. Kami berdua kan lagi bahas mengenai anak - anak. Jadi nggak ada salah nya ko ibu ikut dalam pembicaraan ini." Kata ibu yang akhirnya menjawab ucapan mamah.
"Makasih bu udah izinin saya buat ikut dalam pembicaraan antara ibu dan bapak saat ini."
"Iya bu santai aja."
Sampai tak terasa kini mereka berempat pun telah larut dalam pembicaraan mengenai Ayunda, Dion dan si bungsu yang tak kunjung pulang. Lalu berubah ke masalah pekerjaan dan terakhir tentang penantian mereka mengenai cucu.
Berbagai tawa dan canda sampai berbagai hal, baik rasa khawatir dan cemas pun terdapat di dalam percakapan mereka berempat saat ini.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1