
"Kenapa harus malu?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Ya pokok nya malu kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Nggak perlu malu yank, lagi pula kita nggak akan di marahin ko. Kakak gendong kamu kaya gini." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Bukan itu kak, maksud aku tuh. Nanti mereka malah..." kata Ayunda yang belum sempat menyelesaikan ucapannya tetapi harus di potong oleh Dion.
" Udah jangan berpikiran yang aneh - aneh. Sekarang coba buka pintunya. Kakak kan nggak bisa buka pintu karena lagi gendong kamu yank. Jadi buka pintunya sama kamu." kata Dion yang memotong ucapan Ayunda.
"Kalau aku nya nggak mau buka pintu gimana kak? kakak akan turunin aku kan." kata Ayunda bukannya langsung melakukan apa yang Dion bilang pada dirinya. Ia malah bertanya pada Dion.
"Tetep nggak akan kakak turunin." kata Dion langsung menjawab ucapan Ayunda.
"Ko gitu sih kak, terus cara buka pintunya kaya gimana?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Kalau soal itu mah gampang yank. Ntar juga nih pintu bisa ke buka sendiri." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Caranya pake apa?" kata Ayunda seolah - olah ingin bukti dari ucapan Dion terhadap dirinya saat ini.
"Buktinya, itu mah gampang yank. Kakak udah punya dua cara ko." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Dua cara, apa aja caranya kak?" kata Ayunda yang semakin ingin mengetahui cara yang kan Dion lakukan untuk membuka pintu penginapan.
"Cara pertama kakak bisa buka pintu ini pake kaki kakak. Sedangkan cara yang kedua." kata Dion memberitahukan cara nya pada Ayunda.
Namun, secara tiba - tiba Dion sengaja menghentikan ucapannya untuk memberitahukan Ayunda cara kedua yang akan ia lakukan.
Ia pun lalu mengeluarkan lagi suaranya untuk bertanya cara kedua yang akan Dion lakukan untuk membuka pintu penginapan.
"Kak... cara kedua nya apa? jangan lama - lama lah kasih tau aku cara yang ke dua, kakak nya apa." kata Ayunda pada Dion setelah menunggu Dion yang tak melanjutkan lagi ucapannya.
"Emangnya kamu lagi nunggu ucapan kakak." kata Dion menjawab santai ucapan Ayunda.
"Nggak kak, aku nggak nunggu. Makannya barusan aku bilang kaya gitu ke kakak. Itu artinya aku nggak nunggu kan ucapan kakak. Jangan aneh - aneh deh kak. Makannya aku tanya ke kakak kaya barusan itukan udah menunjukkan banget kalau aku tuh nunggu ucapan kakak. Gimana sih kak?" kata Ayunda menjadi geram dengan Jean santai yang di berikan Dion pada dirinya itu.
__ADS_1
"Oh kirain kamu nggak lagi ngeh." kata Dion yang ternya ingin mencoba memastikan Ayunda masih konek atau nggak dengan ucapannya saat ini.
"Jadi maksud kakak itu artinya barusan kakak lagi coba nguji aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hem... mungkin lebih tepatnya kakak pengen tau aja. Bukan nguji kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Sama aja lah kak, intinya gitu - gitu aja. Udah kak, sekarang bahas cara kakak yang ke dua aja. Cepet aku pengen tau." kata Ayunda memaksa Dion untuk segera memberitahukan dirinya cara kedua yang akan di lakukan Dion.
"Maksa bener sih yank, bujuk lebih lembut coba. Ntar kakak langsung kasih tau kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Mau di bujuk kaya gimana?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Ntah lah yank, itu terserah kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1