Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Rasa Gemetar


__ADS_3

"Nggak yank, Nggak sama sekali" kata Dion yang meyakinkan Ayunda bahwa ucapan nya itu benar.


Ayunda lalu mulai mengamati orang yang saat ini ia peluk. Di lihatnya orang ini oleh Ayunda. Dan sesekali Ayunda pun melihat ke Dion.


Terus berulang sampai tiga kali ia melakukan hal itu pada sosok orang yang ia peluk dan Dion yang sedang bicara dengannya.


Di lihatnya ke bagian bawah sosok yang di peluknya ini. Hanya terlihat kain panjang yang terjuntai di lantai. Lalu Ayunda mulai melihat ke wajah sosok orang yang di peluknya.


Wajah pucat terlihat jelas di sana. Mata melotot yang sangat menyeramkan Ayunda lihat saat ini. Bibir yang sepertinya tak memiliki merah bibir pun terlihat disana. Bahkan sepertinya bibir itu hitam pekat.


Seketika Ayunda mulai melonggarkan pelukannya dari sosok orang itu. Namun, sayang bukannya pelukan itu longgar malah pelukan itu semakin erat.


Dan lebih parah lagi pelukan itu menarik Ayunda agar dekat dengan wajah menyeramkan itu. Rasa gemetar pun Ayunda rasakan. Saat - saat ia hampir dekat dengan wajah sosok orang itu.

__ADS_1


Bahkan suara yang hendak Ayunda keluarkan seketika seperti tak ada suara pun keluar dari bibirnya itu. Rasa panik Ayunda rasakan saat ini.


Namun akhirnya suara Ayunda pun terdengar oleh Dion. Dan suara Ayunda yang keluar pun hanya satu kata dan itu adalah kata. "Hantu..." yang di iringi dengan jeritan.


Setelah itu suara pun terhenti karena Ayunda langsung tak sadarkan diri. Beruntung Dion langsung berlari menghampiri Ayunda hingga akhirnya Ayunda tak terjatuh di lantai.


Ketika tubuh Ayunda berada dalam pelukan Dion. Kini rasa panik berpindah yang awalnya Ayunda, menjadi Dion karena Ayunda yang tak sadarkan diri ini.


Dion pun langsung menggendong tubuh Ayunda untuk pergi ke kamar mereka di penginapan ini.


Dan Dion kini mulai mencari sesuatu untuk membuat Ayunda cepat tersadar dari pingsannya itu. Ketika benda itu sudah Dion temukan Dion pun mulai memberikannya pada Ayunda untuk menyadarkan nya dari pingsannya itu.


Sekitar beberapa menit setelah benda itu di berikan pada Ayunda. Akhirnya Ayunda pun mulai membuka matanya. Rasa panik ketika membuka mata masih terlihat jelas di mata Ayunda saat ini.

__ADS_1


Ketakutan dan tubuh gemetar pun masih terlihat di tubuh Ayunda. Lalu Dion mulai mendekatkan tubuhnya untuk memeluk Ayunda agar rasa panik itu dapat hilang dengan sendirinya dari tubuh Ayunda.


Kehangatan dan perlakuan yang lembut dari Dion saat berada di pelukannya. Membuat Ayunda mulai menghilangkan rasa ketakutannya. Karena ia merasa ada seseorang yang dapat melindunginya dari sosok orang yang tadi ia peluk hingga mengakibatkan ia pingsan.


Ketika Dion melihat Ayunda yang sudah tak merasa panik dan ketakutan. Dion pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Yank, mau minum nggak" kata Dion yang menawarkan Ayunda apakah ia mau minum atau nggak.


Ayunda pun hanya menjawabnya dengan gelengan kepala yang pertanda bahwa ia tak ingin minum. Malah Ayunda semakin erat memeluk Dion. Seperti tak ingin terlepas dalam pelukan itu.


Dan Dion pun cukup menyadari itu. Karena mungkin Ayunda masih takut atas apa yang dia alami tadi. Hingga Dion akhirnya membiarkan Ayunda memeluk dirinya sesuka hati Ayunda mau sampai kapan pun itu.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2