
"Ya ampun, ini kakak kenapa nggak di jawab sih panggilan dari aku." kata si bungsu yang mulai emosi karena telpon nya tak ada yang di jawab oleh Ayunda.
"Kalau kaya gini gimana aku tau kakak sama kakak ipar pergi ke arah kanan atau kiri. Hem... kaya nya aku harus hubungi kakak ipar deh. Siapa tau aja kalau hubungi kakak ipar telpon dari aku langsung di jawab." kata si bungsu lagi.
Tanpa menunggu lama lagi, si bungsu pun mulai menghubungi Dion.
Tut... Tut...
Masih tak ada suara di sebrang sana sampai - sampai membuat si bungsu hampir meledak kan amarahnya.
Namun, hal itu tak terjadi karena di saat detik - detik terakhir telpon itu akan berakhir dengan sendirinya. Terdengarlah suara Dion dari sebrang sana.
"Hallo dek, kenapa telpon kakak?" kata Dion pada si bungsu.
"Ini kak, adek barusan telpon kak Ayunda tapi nggak di jawab, makannya sekarang adek malah telpon kakak."
"Oh gitu, terus sekarang adek mau apa telpon kakak."
__ADS_1
"Adek mau tanya kak?"
"Tanya apa dek?"
"Ini adek kan nggak tau kakak sama kak Ayunda pergi ke arah mana, jadi adek mau tanya kakak pergi ke arah kiri atau kanan. Adek kan mau susul kakak sama kak Ayunda takut kesasar kalau adek pilih asal arah nya kemana. Jadi hubungi kakak."
"Oh gitu, jadi hanya itu aja dek."
"iya kak itu aja. Sekarang adek harus pergi ke arah mana kak?"
"Ke kiri dek"
"iya dek" kata Dion menjawab ucapan si bungsu.
Telpon pun berakhir, kini saat nya si bungsu untuk pergi menemui Ayunda dan Dion.
Sementara Dion yang menerima telpon dari si bungsu malah fokus pada telponnya dan tak memperhatikan Ayunda yang saat ini entah kemana pergi nya.
__ADS_1
"Lah sayang ko nggak ada. Tadi kan masih keliatan, ko sekarang udah nggak keliatan lagi aja. Ke arah mana ya sayang perginya." kata Dion yang telah menyimpan hanphone miliknya dan kemudian melihat ke arah Ayunda sebelum ia fokus pada telpon. Namun, ternyata Ayunda sudah tak ada di tempat itu lagi.
Sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dion kini mulai mencari keberadaan Ayunda dengan melihat ke arah kiri dan kanan Ayunda sebelum menghilang entah kemana.
Sudah sebanyak tiga kali Dion melihat ke arah di sekeliling Ayunda sebelumnya. Tetapi ia tak menemukan Ayunda sama sekali.
"Yank kamu dimana sih? jangan buat pusing kakak dong." kata Dion di dalam hatinya.
Berbeda hal dengan Ayunda yang menjadi penyebab Dion menjadi pusing. Karena saat ini dia sedang duduk di dekat sebuah danau. Di bawah pohon rindang sambil melihat dan melempar batu kecil ke danau tersebut.
Sehingga membuat air danau yang tenang menjadi tak setenang sebelumnya karena Ayunda memasukan batu tersebut ke dalam danau.
"Kesel banget aku, argh... kenapa semuanya malah bikin kesel sih." kata Ayunda yang langsung melemparkan batu kecil kedalam danau untuk melampiaskan rasa kesalnya saat ini.
Entah karena sikap Dion atau karena apa Ayunda menjadi sekesal saat ini.
Karena kini dia terus - menerus memasukan batu kecil ke dalam danau. Mungkin ia akan berhenti sampai batu kecil yang berada di dekatnya habis atau sampai ia tak merasa kesal lagi. Baru lah ia berhenti melemparkan batu tersebut ke dalam danau.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼