Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Cuman Bercanda


__ADS_3

"Kamu yakin dek, pengen liat tempatnya" Kata Ayunda yang menanyakan kembali keinginan adeknya itu.


"Iya kak yakin, bahkan sangat yakin" kata si bungsu dengan sangat yakin.


"Baiklah kalau kamu udah yakin" kata Ayunda yang menyetujui keinginan adek nya.


Tak menunggu lama, Ayunda lalu merubah panggil telpon itu, menjadi panggilan Vidio. Dan tak lama wajah adek pun telah memenuhi layar handphone Ayunda.


"Mana kak, coba aku liat tempatnya" Kata si bungsu yang tak sabaran ingin melihat tempat liburan Ayunda. Setelah melihat wajah kakak nya yang ada di layar handphone miliknya itu.


"Bentar kali dek, kamu emangnya nggak kangen apa liat kakak" kata Ayunda yang tak terima atas respon adek nya yang lebih ingin melihat tempat liburan di bandingkan melihat dirinya.


"Ih ngapain coba liat kakak. Nggak ada manfaatnya" ucapan si bungsu yang sadis itu. Membuat Ayunda semakin naik darahnya.


"Apa kamu bilang dek, Ya udah aku nggak akan liatin tempatnya." kata Ayunda yang tak terima jawaban si bungsu. Dan tak lupa juga mengancam adek nya itu.

__ADS_1


"Jangan gitu lah kak, aku kan cuman bercanda tadi. Jangan anggap serius gitu ngapa" kata si bungsu yang memelas dan memberitahukan kebenaran ucapannya tadi.


"Bercanda kamu nggak lucu sama sekali" kata Ayunda yang memasang wajah sinis nya.


"Maaf maaf kak, ko jadi baper an gini si kakak cantik ku ini" kata si bungsu yang mulai merayu kakaknya dengan kata - kata manisnya itu. Jika ia ingin kalau keinginannya dapat terpenuhi, maka cara itu lah yang selalu ia berikan ke setiap orang yang ia ingin mendapatkan informasi dari mereka.


Sedangkan Ayunda kini malah mengejeknya. Dan terlihat jelas saat ia menjawab ucapan si bungsu.


"Cantik ya, masa sih. Kalau ada mau nya aja bilang kakak cantik. Giliran nggak lagi butuh malah tak pernah sama sekali bilang cantik tuh." kata Ayunda menyindir adeknya sarkas.


"Ketawa aja bisanya" kata Ayunda yang masih dalam mode tak suka pada adek nya itu.


"Ya itulah kak yang bisa aku lakukan. Apalagi coba kalau bukan itu. Iya nggak" kata si bungsu menjawab ucapan kakaknya itu.


"Terserah kamu lah dek" kata Ayunda yang udah males mau bilang apa.

__ADS_1


"Oke kak. Sekarang coba kak, mana tempatnya aku mau liat" kata si bungsu lagi.


"Bentar kakak ubah dulu kameranya" kata Ayunda.


"Hem... jangan lama ya kak. Udah nggak sabar nih" kata si bungsu yang tak sabaran.


"Udah tuh, liat sana tempatnya" ucap Ayunda memberitahukan si bungsu bahwa ia udah merubah kamera handphone nya.


"Wah kak ini tempatnya indah sekali. Apalagi kalau di sana ada makhluk halusnya. Iya nggak kak ucapan aku bener kan" kata si bungsu yang telah melihat tempat itu.


"Hem. Iya dek apa lagi kalau misalnya kamu bisa langsung kenalan sama makhluk itu" Kata Ayunda yang nggak habis pikir sama ucapan si bungsu ini. Bisa - bisanya ia bilang tempat ini indah. Indah darimana nya coba. Maka dari itu Ayunda pun malah sengaja mengikuti ucapan si bungsu. Sama - sama nggak berpikir dulu asal ucap aja.


"Bener banget kak, aku ko jadi pengen ke sana buat kenalan sama mereka. Tapi sayang kakak sama kakak ipar nggak ajakin aku ke sana" kata si bungsu yang malah membenarkan ucapan Ayunda. Dan di akhir kalimat yang ia ucapkan ia pun memasang wajah sedihnya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2