Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Masih Merasa Capek


__ADS_3

Mereka berdua pun terlelap setelah usai melakukan kegiatan itu yang sangat menguras tenaga.


Pagi hari pun tiba. Saat ini Dion mulai membuka matanya. Dan di lihatlah wajah Ayunda yang masih terlelap dalam pelukannya itu.


Senyum terbit di bibir Dion tak kala ia ingat kegiatan semalam yang telah ia lakukan dengan Ayunda.


Setelah lamanya ia menunggu waktu itu tiba yang selalu saja ada hal yang membuatnya harus gagal melakukan itu. Tapi tadi malam akhirnya ia pun telah melakukannya.


Dilihat lah wajah Ayunda yang terlihat cantik saat terlelap seperti ini. Apa lagi kini Ayunda telah seutuhnya menjadi milikinya setelah tadi malam tak ada jarak lagi diantara mereka.


Dion pun telah cukup lama memandang wajah Ayunda itu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tetapi sebelum itu ia pun mengucapkan terima kasih pada Ayunda atas kegiatan mereka tadi malam dan tak lupa memberikan kecupan singkat pada Ayunda sebelum beranjak dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Sekitar beberapa menit Dion pun akhirnya keluar dari kamar mandi. Dan ia pun melangkahkan kakinya menuju lemari untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.


Terlihatlah ia yang hanya menggunakan lilitan handuk dari bawah pusar hingga menutupi aset berharganya itu.


Namun disaat ia sedang memilih pakaian yang ingin ia kenakan. Ayunda seketika membuka matanya dengan melotot sempurna dan hampir saja bola matanya keluar.


Selain itu, tubuh Ayunda pun bergetar sangat hebat. Bahkan keringet dingin pun bercucuran dari keningnya.


Hingga ia pun dengan reflek langsung diam terduduk dan ketika ia melihat Dion ada di depan lemari. Ia dengan tak menyadari keadaannya yang tanpa menggunakan pakaian pun lari terbirit - birit ke arah Dion.


"Yank" Dion pun lalu memanggil Ayunda dan ingin memastikan apakah itu Ayunda atau bukan yang memeluknya.


Ayunda tak langsung menjawab panggilan itu. Karena ia masih merasa takut. Dan akhirnya ia mulai berbicara tak kala ia sudah merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Kak ada pocong. Tadi pocongnya kejar - kejar aku. Terus aku panggil kakak tapi kakak nggak ada menyahutinya sama sekali. Malah sepertinya kakak seperti hilang di telan bumi" kata Ayunda yang langsung menjelaskan apa yang terjadi padanya tanpa diminta oleh Dion.


"Dimana yank? tadi kamu cuman mimpi nggak ada pocong di sini" kata Dion yang sudah merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Ayunda.


"Beneran kak aku nggak mimpi tadi pocongnya beneran ada. Aku bahkan sampai lelah berlari dan sampai sekarang aku masih merasa capek karena lari itu" kata Ayunda yang masih meyakini adanya pocong itu dengan suara gemetar ketakutan.


Bahkan ini membuat Dion harus memutar otaknya untuk membuat Ayunda bisa merasa lebih tenang.


"Hey yank liat kakak. Disini nggak ada pocong dan adanya hanya kakak. Jadi jangan takut lagi ya" kata Dion sedikit mengeraskan suaranya namun masih terdengar lembut supaya Ayunda bisa tersadar dari ketakutannya itu.


"Huh... huh... huh..." suara nafas Ayunda yang terdengar tak kala ia mulai menghilangkan ketakutannya. Dan setelah itu ia pun mulai kembali tenang.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2