
"Ya karena kakak terlalu seneng tadi pas kamu bilang kaya gitu. Terus kakak kira kamu beneran ngebolehin. Hem... maaf kakak salah."
"Lain kali jangan di potong kaya gitu kak jadi salah paham kan."
"Iya kakak salah, ya udah kalau kamu mau tidur, tidur aja nggak usah di pikiran permintaan kakak itu." kata Dion pada Ayunda sambil membalikan tubuhnya membelakangi Ayunda.
Ayunda yang melihat Dion seperti ini menjadi merasa bersalah. Kemudian ia mulai memikirkan hal yang harus ia lakukan agar suasana nya tidak seperti ini.
Jujur situasi ini membuat Ayunda menjadi serba salah. Kalau ia memutuskan untuk tidur ia takut besok sikap Dion malah dingin pada nya.
Tapi kalau ia setuju dengan keinginan Dion apa itu tidak akan terlambat. Hingga kemukiman Dion sudah tak menginginkan hal itu lagi.
Ini lah yang saat ini sedang ada di dalam pemikiran Ayunda. Suasana makin tak nyaman jika berakhir seperti ini.
Mau tidur juga susah sampai akhirnya Ayunda memutuskan untuk bertanya pada Dion.
"Kak udah tidur"
tak ada jawaban sama sekali.
"Kak aku minta maaf, Em... aku nggak bermaksud kaya gitu ko kak. Kalau kakak masih mau aku... setuju dengan keinginan kakak itu."
"Kak"
"Kak"
"Sepertinya kakak udah tidur, ya udah aku juga tidur aja deh."
__ADS_1
"Selamat tidur kak"
Saat Ayunda ingin membalikan tubuhnya untuk membelakangi Dion. Tiba - tiba Dion malah berbalik menghadap padanya.
"Mau kemana yank?"
"Em... itu... anu kak mau..."
"Mau apa?"
"Mau tidur"
"Terus posisinya kenapa mau membelakangi kakak."
"Em... soalnya kan tadi aku panggil - panggil kakak nggak di jawab, jadi aku lebih nyaman tidurnya dalam posisi membelakangi kakak."
"Kenapa nggak coba bujuk dengan pelukan?"
"Takut karena apa?"
"Karena sikap kakak jadi aku takut kalau pas aku peluk kakak, kakak masih marah sama aku."
"Terus sejak kapan kakak marah sama kamu?"
"Sejak...ntahlah kak aku nggak tau. Yang aku tau kakak marah sama aku."
"Siapa bilang kakak marah, kakak nggak marah sama sekali ko hanya sedikit kecewa aja. Kamu nggak mau setuju keinginan kakak."
__ADS_1
"Maaf aku..."
"Hem... ya udah sekarang tidur. Sini biar kakak peluk."
"Kakak bener nggak marah kan sama aku."
"Iya kakak nggak marah ko, ini kamu mau tidur atau mau bicara terus yank. Sini biar kakak peluk."
Dengan ragu Ayunda lalu mendekatkan tubuhnya pada Dion. Setelah cukup dekat dengan Dion, ia kemudian menghentikan gerakannya untuk lebih dekat dengan Dion.
"Kamu lama sih yank, ntar kakak berubah pikiran loh. Malah minta lagi." kata Dion yang langsung membawa tubuh Ayunda ke dalam pelukannya.
"Emangnya kakak masih ingin melakukan hal itu."
"Em... kalau boleh jujur sih masih yank, tapi besok lagi aja deh. Sekarang lebih baik kita tidur."
"Hem... selamat tidur kak" Kata Ayunda yang langsung tertidur begitu saja dalam pelukan Dion.
"Iya selamat tidur juga sayang" kata Dion sambil mencium kening Ayunda.
Tak lama setelah itu Dion pun tertidur dengan sendirinya.
Sementara di tempat acara satu persatu orang - orang mulai pulang ke rumah mereka masing - masing.
Selain acara sudah hampir selesai. Hari pun mulai larut malam.
Hingga tak terasa acara malam ini telah selesai. Ibu, ayah, mamah, papah dan adek mereka semua juga mulai meninggalkan tempat acara untuk beristirahat.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼