
Tiga hari sudah, mereka tak saling bicara atas kejadian malam pertama itu. Hingga akhirnya Ayunda pun berinisiatif untuk berdamai dengan keadaan saat ini.
Mereka berdua pun sedang berada di dalam kamar karena hari sudah malam dan ini adalah waktunya untuk mengistirahatkan diri setelah lelahnya beraktivitas di siang hari.
Ayunda kemudian mulai berbicara kepada Dion dengan memanggilnya. "Kak"
setelah menunggu beberapa saat, namun sepertinya Dion tak ada reaksi untuk membalas panggilan darinya pun. Kemudian mengulanginya lagi.
"Kak" (Hening tak ada jawaban).
kemudian Ayunda kembali memanggil nya.
"Kak"
Dion pun dengan malas menjawab panggilan Ayunda tersebut. Karena ia masih marah sama kejadian tempo hari.
"Apa?"
"Em, udah ya ka, jangan diemin aku terus, aku ngga bisa diginiin terus sama kakak. Maaf ka waktu itu aku emang lupa, kakak jangan marah lagi ya. Please" (Ayunda pun memasang wajah bersalahnya kepada Dion).
"Hem" Dion pun hanya membalas sekenanya.
"Ih ka jangan hem aja ka, kasih jawaban yang pasti kak. Aku jadi merasa ngga enak banget kalau jawabannya hanya itu aja."
" Iya aku maafin, puas"
__ADS_1
"Ngga puas kak, jawaban kakak kaya yang terpaksa"
"Kalau iya masalah buat kamu"
"Iyalah ka masalah, aku kan merasa ngga enak ka"
"Ya gampang, kamu tinggal bikin enak aja"
"Susahlah kak, apalagi liat wajah kakak yang acuh kaya gini"
"Ya kamu harus ngertiin dong. Dirayu ke, di bujuk pake hal - hal yang bisa menguntungkan aku gitu. Kaya misalnya kasih kiss gitu. Ini boro - boro malah sama ngediemin"
"Oh jadi kakak maunya di bujuk minta maafnya pake ciuman. Boleh sih ka, tapi nanti bisa jamin ngga, gak bakalan minta lebih"
"Ih itu maunya kakak"
"Tapi kamu udah selesai belum tamu bulanannya sayang. Udah ngga sabar nih"
"Ya belum lah kak, masih lama inikan baru tiga hari biasanya juga satu minggu paling cepet"
"Hem, lama lah sayang, bisa di percepat ngga pake cara apa gitu!"
"Ngga bisalah kak. Tunggu aja empat atau enam hari lagi sih. biasanya gitu"
"Masih lama sayang"
__ADS_1
"ya sabarlah kak"
"Iya sabar. Tapi sampai kapan udah ngga tahan nih"
"Sampai tamu bulannya pergi lah kak"
"Iya lah sayang. Kalau gitu kakak mau tidur dulu. Dari pada pikiran kakak ngelantur kemana - mana entar bahaya"
"Hem, ya udah ka, silahkan tidur. semoga mimpi indah"
"Hem, kamu juga sayang semoga mimpi indah"
Mereka berdua pun tertidur sambil saling memeluk dan larut dalam mimpi indah masing - masing.
Di keesokan harinya, suasana berbeda di pancarkan oleh pasangan pengantin baru ini. Yang mana beberapa hari sebelum hari ini. Mereka terlihat sama - sama saling diem. Tapi kali ini terlihat berbeda saling tersenyum bahagia dan bahkan bergandengan tangan.
Sampai orang - orang yang melihat pun ikut bahagia melihat keromantisan yang di tunjukan pasangan pengantin baru ini yang saling bersitegang beberapa hari kebelakang. Namun nampak serasi dan romantis saat mereka saling akur seperti ini.
Si bungsu pun tak ingin melewati kejahilannya yang selalu menggoda pasangan ini setiap harinya. Bahkan ini lebih parah dari yang biasanya.
Dan suasana pun menjadi lebih hangat dan menyenangkan mendengar godaan - godaan dari si bungsu ini tak lepas dari apa yang keluar dari mulut si bungsu semua ikut tertawa bahagia dengan godaannya itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1