
Setelah si bungsu menjawab ucapan Ayunda. Entah dari mana muncul niat untuk menakut - nakuti kakaknya itu. Tanpa diminta oleh siapa pun di bungsu pun memulai aksinya.
"Ngomong - ngomong kak. Aku denger kakak akan liburan di kota L ya, yang katanya juga liburan di tempat yang menyeramkan" kata si bungsu mengawali niat jahatnya itu.
"Hem" jawab Ayunda singkat.
"Oh berarti bagus dong kak. Nanti kakak bisa kenalan sama makhluk - makhluk itu. Pasti menegangkan." kata si bungsu lagi.
"Hem bener dek katamu itu, apalagi kalau di bawa pulang terus di bungkus lalu dikasih ke kamu. Bagus gak ide kakak itu" kata Ayunda yang menjawab ucapan si bungsu dengan candaan yang tak kalah dari si bungsu.
"Apalah kakak ini masa iya di bungkus. Emangnya bisa gitu" kata si bungsu yang bertanya kembali pada Ayunda.
"Bisa lah. Apa sih yang nggak bisa buat aku" kata Ayunda menjawabnya.
__ADS_1
"Adalah kak, buktinya sekarang kakak nggak bisa batalin liburannya kan. Jadi perkataan kakak yang tadi itu salah" kata di bungsu yang mengingatkan Ayunda soal tak bisanya ia membatalkan liburan hati ini.
"Terserah kamu lah dek" jawab Ayunda sekenanya.
"Oke lah kak. Oh iya kak, aku dengar juga katanya tempat itu sering ada suara - suara aneh gitu. Terus makhluk - makhluknya juga sering ada dan muncul pada setiap pengunjung yang ada disana." kata si bungsu menakuti kakaknya.
Dan seketika Ayunda pun mulai terbawa suasana dan mulai merasa merinding saat mendengar cerita dari adek nya itu.
"Katanya sih di ganggu gitu. Kaya muncul disaat waktu - waktu tertentu. Yang tiba - tiba sudah berada di depan wajah pengunjung. Yang akhirnya mereka langsung terbirit - birit lari. dan tak lupa berteriak histeris karena ketakutan, loh kak. Takut kan" kata si bungsu yang menjelaskan secara garis besarnya tentang apa yang ia dengar tentang tempat itu.
"Ih dek, ko kakak jadi takut gini ya pergi ke sana. Kamu punya ide nggak buat batalin liburan ini" kata Ayunda yang ketakutan dan meminta saran pada adek nya.
"Hem... gimana ya kak sebenernya kalau boleh jujur sih nggak ada. Tapi kalau di kasih hadiah oleh kakak. idenya nanti akan muncul dengan sendirinya. Gimana kak mau tau jawaban dan sarannya tapi harus beri hadiah. Atau memilih tak ingin tau caranya dan akhirnya liburan ini terlaksana. Jadi sekarang apa keputusan kakak" kata si bungsu lagi.
__ADS_1
"Ya ampun dek, kamu ini masih sempet - sempet nya manfaatin keadaan kakak ini. Nggak bisa gratis dan ikhlas gitu bantu kakak" kata Ayunda yang bertanya pada si bungsu.
"Ya selagi ada kesempatan buat di manfaatin kenapa enggak. Kapan lagi coba bisa kaya gini lagi. Iya gak sih kak" kata si bungsu menjawabnya.
"Kenapa sih dek kamu selalu aja manfaatin orang apalagi yang kamu manfaatin itu kakakmu sendiri. Apa kata orang nanti" kata Ayunda yang protes selalu di manfaatin adek nya itu. Di berbagai macam kegiatan.
"Kalau bukan kakak terus siapa. Masa iya anak tetangga yang harus aku manfaatin. Terus apa kata ibunya nanti." Jawab si bungsu.
"Bisa aja kamu dek jawab ucapan kakak. Kaya yang tak ingin di kalahkan dalam berdebat sama kakak" kata Ayunda pada si bungsu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1