Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Udah Telat


__ADS_3

"Terus apa kalau bukan gitu?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Nggak jadi yank, udah di lupain aja. Sekarang kakak mau lakuin cara kakak yank ke dua. Jadi kamu nya jangan bicara terus. Ntar yang ada malah nggak kedengaran lagi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Ayunda yang mendengar ucapan Dion barusan kini membuat ia menjadi serba bingung harus melakukan apa.


Di satu sisi ia ingin lakukan apa yang Dion suruh pada nya. Dan di satu sisi lagi ia malah takut jika Dion malah tak ingin ia bujuk sama sekali.


Atau lebih tepatnya ia takut Dion tak merespon bujukan nya sama sekali.


Bukan kah hal tersebut malah akan membuat ia membuang - buang waktunya secara cuma - cuma.


Hingga pada akhirnya saat ini Ayunda pasrah dengan yang akan Dion lakukan untuk membuka pintu penginapan.


Di tunggu lah saat ini reaksi yang akan di tunjukkan Dion untuk melakukan cara ke dua nya yang tidak di ketahui sama sekali oleh Ayunda.

__ADS_1


Detik - detik cara itu akan di lakukan pun mulai membuat hati Ayunda berdetak sangat kencang.


"Dug... dug... dug..." suara detak jantung Ayunda yang berdetak sangat kencang.


Di saat Ayunda sedang merasa deg - degan. Di saat itu, Dion pun mulai melakukan cara yang akan ia lakukan.


"Mah... pah... bu... yah... kalian ada di dalem kan. Tolong bukain pintu nya, Dion sama Ayunda mau masuk." kata Dion memanggil mamah, papah, ibu dan ayah.


Deg...


"Kak... ko malah di panggil sih. Mamah, papah, ibu sama ayah nya. Kakak kan udah tau kalau aku nggak mau di liat sama mamah, papah, ibu dan ayah. Kalau saat ini aku lagi di gendong sama kakak." kata Ayunda pada Dion.


"Kakak ini gimana sih?" kata Ayunda lagi melanjutkan ucapannya.


"Abis nya kamu sendiri sih yank yang buat ribet. Jadi ya kaya gini deh." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Ko jadi aku yang di salahin sih kak. Jahat bener sama aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Bukan gitu yank, tapi karena memang kamu nya yang buat ribet sendiri. Kalau kamu tadi langsung setuju aja. Kakak suruh kamu buat buka pintu. Barusan kakak nggak akan panggil mamah, papah, ibu sama ayah nya."Kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Ya kan kalau kakak bilang cara kakak yang ke dua bakalan kaya barusan mah. Aku lebih pilih aku aja yang buka pintunya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... telat yank, kakak nya juga udah panggil mamah, papah, ibu, dan ayah." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Iya tau kak, aku juga. Kalau ucapan aku saat ini tuh memang udah telat. Jadi ya udah lah, mau di liat atau pun nggak juga udah terlanjur. Jadi gimana nanti aja?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Ko jadi pesimis gitu sih yank. Kalau kamu nggak mau mereka liat kamu yang di gendong ini sih. Kamu langsung buka aja pintunya. Beres, ntar kakak langsung gendong kamu sampai ke kamar. Gimana kamu setuju nggak ?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Em... kalau di pikir - pikir lagi sih. Ucapan kakak ada bener nya juga. Ya udah deh aku lakuin hal yang kakak bilang barusan aja deh. Biar nggak banyak buang waktu." kata Ayunda yang menyetujui ucapan Dion.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2