Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Mundur Dengan Perlahan


__ADS_3

"Em... maksud kakak hukuman, hukuman apa yang akan kakak berikan untuk aku?"


Tanpa menjawab ucapan Ayunda Dion malah semakin mendekati Ayunda dan Ayunda yang di dekati terus mundur dengan perlahan.


Sampai akhirnya Ayunda tak bisa memundurkan langkahnya karena ia sudah tersudut di ujung tempat tidur.


Dion yang melangkahkan kaki kini telah berhenti saat Ayunda sudah tak bisa memundurkan langkahnya lagi.


"Kenapa berhenti yank?"


"Em..."


Semakin dekat Dion pada Ayunda kini wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja.


Ayunda yang merasa tersudut dengan ucapan Dion ia malah terdiam membisu dengan tatapan yang saat ini menatap mata Dion dengan begitu sempurna.


Dan tanpa sadar Ayunda kini sudah berbaring di atas tempat tidur sementara Dion berada tepat di atas tubuh Ayunda.


Mereka masih sama - sama saling tatap tak ada sepatah kata yang mereka ucapkan satu sama lain.

__ADS_1


Yang ada hanyalah suara debaran jantung mereka yang berdetak tak karuan dirasakan oleh mereka masing - masing.


Dion yang awalnya hanya ingin memberikan hukuman untuk Ayunda dengan berpura - pura ingin meminta Ayunda memenuhi hak nya.


Namun yang terjadi Dion malah terbawa suasana. Hingga akhirnya sesuatu hal yang seharusnya tak terjadi malah terjadi pada mereka.


Beberapa jam kemudian mereka berdua telah menyelesaikan kegiatan mereka. Karena mungkin terlalu lelah mereka pun akhirnya tertidur dengan sendirinya.


Malam pun telah tiba, mereka berdua nampaknya masih enggan untuk membuka matanya.


Karena aktivitas mereka tadi yang membuat mereka malas untuk bangun saat ini.


Ia pun bangun dari tidur nya dan mencoba membuat rencana baru lagi.


"Ya ampun ko sampai lupa ya sama rencana yang udah aku siapkan. Hem... bodohnya aku, tapi kegiatan tadi juga aku yang mulai eh malah aku yang terbuai." kata Dion dalam hati yang telah terbangun dari tidurnya.


"Tapi mau gimana lagi ini udah terjadi?"


"Sekarang harus bikin rencana baru nih, tapi apa ya rencana nya. Aku pikirin lagi setelah mandi aja kali ya. Iya deh aku mandi dulu."

__ADS_1


Dion lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Setelah berada di sana ia pun mulai membersihkan tubuh nya.


Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan terlihat nampak lebih seger dan wangi. Lalu ia mengambil bajunya dan memakai baju tersebut.


Setelah selesai mengenakan baju, ia kemudian melihat Ayunda yang masih tertidur dengan lelap nya di atas tempat tidur.


"Bangunin sekarang atau nanti aja ya. Tapi kalau di bangunin sekarang takutnya rencana baru belum aku selesain lagi dan lagian keliatan kalau sayang ku ini masih pulas tidur nya. Biarin dulu aja kali ya sayang tidur sampai puas dulu. Lebih baik aku keluar dulu aja." kata Dion di dalam hati nya.


Sebelum keluar kamar Dion merapikan dulu selimut untuk menutupi tubuh Ayunda.


Setelah selesai merapikan selimut ia mulai melangkahkan kaki meninggalkan Ayunda keluar dari kamar tersebut.


Ceklek...


Suara pintu terbuka lalu Dion keluar dari pintu kamar dan pergi ke bawah untuk menelpon seseorang agar bisa membantu ia mengubah rencana awal yang telah ia siapkan untuk Ayunda.


Ketika suara di ujung telpon sana telah siap dan setuju akan perubahan rencana nya. Dion pun merasakan lega karena rencananya masih bisa ia lakukan.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2