Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Lagi Males


__ADS_3

"Ya ampun pah, sampai segitu nya bilang kalau mamah kesambet. Ckckck..." kata Riri sambil menggelengkan kepalanya.


"Terserah mamah lah, pusing lama - lama bicara sama mamah." kata Robi menjawab ucapan Riri.


Sementara di lain tempat tepat nya di tempat Dion yang sedang berdiri mencari tempat duduk saat ini. Dion pun telah menemukan tempat duduk yang cocok dan pas untuk ia duduki.


Walau sedikit terpaksa karena tak ada tempat duduk yang kosong kecuali tempat duduk tersebut.


Dion mulai melangkahkan kakinya ke arah tempat duduk itu.


Tap... tap...


Langkah kaki Dion yang saat ini terdengar. Tak lama setelah itu, Dion pun telah sampai di tempat duduk tersebut.


"Maaf mbak, boleh saya duduk di sebelah mbak." kata Dion pada seseorang yang sedang duduk di tempat duduk yang ia dekati saat ini.


Seorang wanita yang di panggil mbak tersebut. Tanpa mengalihkan pandangannya dan tanpa mengeluarkan suaranya. Ia pun menjawab ucapan Dion dengan menganggukkan kepalanya.


Karena saat ini ia sedang menundukkan kepalanya sambil fokus melihat hanphone miliknya itu.

__ADS_1


Dion yang mendapatkan anggukkan kepala dari Mbak nya pun mulai duduk di sebelah mbak nya.


Perlahan demi perlahan tubuh Dion pun kini telah duduk di samping mbak nya.


Tak lama setelah itu, Dion mulai membicarakan Ayunda di dalam hatinya.


"Yank kamu kemana sih? kakak udah cari kamu nih di sekitaran danau. Tapi masih belum ketemu kamu nya. Ayo lah yank kamu cepet muncul." inilah kata yang Dion keluarkan di dalam hatinya.


"Hem... aku harus apa sekarang. Telpon lagi atau jangan ya. Jadi bingung aku."


"Tapi kalau nggak di telpon aku nggak tau sekarang sayang nya lagi ada di mana."


Dengan keadaan yang bingung dan bimbang. Dion kemudian memutuskan untuk menelpon Ayunda lagi.


"Ya udah deh dari pada pusing lebih baik aku coba telpon lagi aja."


"Mau di terima atau pun nggak itu urusan belakangan."


Tak lama setelah Dion berkata seperti itu. Dion mulai menelpon Ayunda.

__ADS_1


Tut... Tut...


Saat ia telah menekan tombol telpon. Saat itu juga, terdengar suara handphone yang berbunyi begitu dekat berada di sekitar tempat ia duduk saat ini.


Di cari lah sumber suara itu oleh Dion dengan melihat ke arah kanan, kiri, depan, belakang tubuh nya saat ini.


Sampai akhirnya ia menemukan dimana suara tersebut berasal. Lalu setelah ia mengetahui suara tersebut. Ia pun mulai mengeluarkan suara nya untuk bertanya.


"Maaf mbak, itu hanphone nya berbunyi. Seperti nya ada yang menelpon mbak. Mbak nggak akan terima atau matiin handphone nya mbak itu." kata Dion pada seseorang yang hanphone nya berbunyi yang ternyata itu adalah handphone mbak - mbak yang ada di sebelah tempat duduk nya.


"Nggak bang, saya lagi males kalau harus terima telpon saat ini."


"Oh gitu ya mbak, tapi kenapa mbak bisa males ya terima telpon nya. Apa itu orang yang buat mbak kesel ya saat ini. Makan nya mbak nggak mau terima telpon dari nya." kata Dion lagi pada mbak nya.


"Hem... iya bang, saya lagi kesel sama orang yang telpon saya saat ini."


"Kalau boleh tau yang telpon mbak saat ini siapa nya mbak?" kata Dion bertanya pada mbak nya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2