Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Jangan Bohong


__ADS_3

"Apa sih mah, ko jadi gitu bicaranya." kata Rubi yang kini menjadi aneh dengan jawaban Riri pada dirinya itu.


"Nggak ko pah, nggak ada apa - apa." kata Riri menjawab ucapan Rubi sambil memalingkan wajah nya.


"Nggak ada apa - apa tapi wajah mamah nya malah liat kemana." kata Rubi lagi menjawab ucapan Riri.


"Oh ini, mamah cuman lagi pengen aja liat kearah sana."


"Jangan bohong mah, iya deh iya papah turutin yang mamah mau. Papah harus liat mereka lagi kan. Oke papah langsung liat nih ke arah mereka lagi."


Entah kenapa saat Rubi mengatakan kata tersebut. Membuat Riri menjadi senang mendengar ucapan itu.


Bahkan pandangan Riri kini telah menghadap lagi ke arah Rubi. Lalu setelah itu, ia pun berbicara pada Rubi.


"Beneran nih pah, papah mau liat ke arah mereka lagi."


"Iya mah beneran, apa sih yang nggak buat mamah."


"Ya udah sekarang papah langsung liat ke arah mereka aja."


"Bentar mah, papah lagi suka liat mamah yang antusias kaya gini. Jadi sayang banget deh papah harus lewati ini semua."


"Jangan aneh - aneh deh pah, ntar ada yang ge'er lagi karena papah gitu ke mamah."

__ADS_1


"Nggak papah ada yang seperti itu juga. Papah malah suka."


"Gitu ya, ah... udah ah... sekarang papah liat ke sana aja."


"Mamah mah suka gitu deh. Papah kan lagi liat mamah. Eh... malah di suruh liat orang lain. Hem... merusak kesenangan papah aja."


"Kesenangan apa pah?"


"Kesenangan liat mamah lah apa lagi coba."


"Entah lah mamah nggak tau. Ya udah pah jangan banyak bicara terus, liat mereka sana gih."


"Iya deh iya." kata Rubi yang akhirnya menuruti ucapan Riri.


Terlihat lah di sana Ayunda dan Dion yang telah mengakhiri ciuman nya itu.


"Acara siaran langsung nya juga udah selesai mah. Jadi sekarang papah boleh liat mamah lagi dong ya." kata Rubi yang telah melihat ke arah Dion dan Ayunda.


"Siaran langsung apa pah?"


"Ya itu mah, acara siaran langsung orang aneh itu sama cewek nya udah selesai."


"Masa sih pah"

__ADS_1


"iya mah udah selesai. Emangnya mamah nggak liat mereka apa?"


"Mamah anu mamah sih nggak liat deh pah kayanya."


"Ko bisa gitu mah, emang mamah liat apa?"


"Mamah liat..." kata Riri yang terlihat bingung menjawab ucapan Rubi, sampai - sampai ia terdiam untuk beberapa saat ketika ingin menjawab ucapan Rubi itu.


"Itu pah, biasa liat danau." kata Riri melanjutkan lagi ucapannya itu setelah terdiam untuk beberapa saat.


"Bentar deh mah, kata mamah barusan mamah itu liat danau. Tapi ko pandangan mamah malah liat ke arah papah. Kalau pun pandangannya itu liat ke arah di belakang papah. Tapi kan di belakang papah itu bukan danau mah. Ko aneh ya." kata Rubi menjawab ucapan Riri.


"Em... kalau itu sih karena papah nya aja nggak fokus sama apa yang mamah ucapin."


"Ko bisa, padahal nggak salah ko ucapan papah itu." kata Rubi yang merasa aneh dengan jawaban dari Riri untuk nya.


"Bisa lah pah masa nggak bisa." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


"Ya bisa nya karena apa mah?" kata Rubi yang masih bingung dengan jawaban Riri tersebut.


"Nggak tau, ya udah pah lupain aja. Lebih baik kita bahas hal lain aja." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2