
"Em... gitu ya pak" kata Dion menjawab ucapan pak supir.
Lalu pak supir pun menjawab ucapan Dion hanya dengan menganggukkan kepalanya saja.
Setelah mereka menghentikan pembicaraan mereka itu. Kini giliran Ayunda lah yang mulai bertanya pada Dion dan pak supir.
"Bentar, bentar deh kak sama bapak maksud perkataan kalian tadi itu. Pintu ini di bukannya kalau kita teken tombol merah itu bukan atau gimana? aku ko masih belum paham pembicaraan kalian barusan." ini lah suara Ayunda untuk Dion dan pak supir.
"Yank kamu ada - ada aja sih. Katanya nggak paham tapi udah tau jawabannya. Aneh banget sih kamu yank." kata Dion langsung menjawab ucapan Ayunda.
"Jadi maksudnya kakak ucapan aku tadi itu bener. Gitu bukan sih." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hem... iya yank kaya gitu." kata Dion pada Ayunda.
"Oh" hanya kata itu lah yang keluar dari bibir Ayunda setelah Dion berucap padanya barusan.
Seketika keadaan pun menjadi hening karena saat ini mereka sedang memikirkan dan memutuskan apakah mereka harus menekan tombol merah itu atau nggak.
__ADS_1
Hingga akhirnya tak lama setelah keheningan itu terdengarlah suara.
"Den nggak di coba dulu aja den di teken tombolnya?" kata pak supir mencoba menyarankan untuk menekan tombol tersebut pada Dion.
"Lagi saya pikirin dulu pak, soalnya saya masih ragu takut salah bukan tombol yang itu yang bisa buka pintunya." kata Dion menjawab ucapan pak supir apa adanya.
"Oh gitu ya den. Ya udah den pikirin dulu aja den jangan terburu - buru ambil keputusan. Takutnya pemikiran saya salah den." kata pak supir menjawab ucapan Dion.
"Iya pak" jawab Dion dengan singkat pada pak supir.
"Kak teken aja lah kak jangan kebanyakan di pikirin, ntar keburu malem bisa berabe deh jadinya." kata Ayunda mencoba ikut dalam pembicaraan antara Dion dan pak supir.
"Ah... lama tau nggak kak. Ini kaki aku udah pegel dari tadi di pake jalan terus. Lah sekarang malah di suruh berdiri kaya gini lagi. Capek deh." kata Ayunda memprotes ucapan yang di berikan Dion untuk dirinya.
"Ya udah deh iya kakak teken tombolnya" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Setelah berbicara seperti itu Dion pun kini mulai memajukan dirinya untuk mendekati tombol merah tersebut.
__ADS_1
Di saat ia mulai mendekatkan tangannya dan salah satu jari tangannya sudah hampir menyentuh tombol merah itu.
Ia pun malah menjauhkan lagi tangannya tersebut dari tombol merah itu.
"Lah kak ko nggak jadi sih" suara Ayunda yang bertanya pada Dion.
"Itu yank soalnya kakak ragu buat teken tombolnya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sesuai dengan apa yang ia rasakan saat ini.
"Ya udah deh kak, kalau kaya gitu biar sama pak supir aja yang teken tombolnya. Ayo pak teken tombol nya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil menyuruh pak supir yang menekan tombol tersebut.
Sementara pak supir yang mendapatkan perintah tiba - tiba dari Ayunda pun menjawab ucapan Ayunda dengan ragu dan kaget.
"Eh... apa non? bapak yang teken tombolnya apa nggak masalah non? ntar kalau kenapa - kenapa gimana non?" kata pak supir menjawab ucapan Ayunda.
"Di coba dulu aja pak" kata Ayunda menjawab ucapan pak supir.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼