
"Kakak kira bukan refleks, ya udah yuk kita pergi"
"Kemana kak?
"Kepelaminan"
"Maksudnya kepelaminan kita mau nikah lagi. Bukannya udah ya kak."
"Lupain yank, yuk kamu ikut, ntar juga tau kita mau kemana?"
"Tapi... aku penasaran kak, kasih tau ya kita mau kemana."
"Ya udah yuk nanti kakak kasih tau kalau udah sampai."
"Huh... itu mah percuma di kasih tau juga. Aku nya udah tau tujuan kita mau kemana. Ada - ada aja sih kak."
"Mau ikut nggak, kalau nggak kakak tinggal nih."
"Mau dong kak, kalau aku nggak ikut untuk apa aku lama - lama di rias kaya gini kalau nggak ikut."
"Hem... bener juga, ya udah yuk kita berangkat." kata Dion memberikan salah satu tangannya untuk Ayunda bisa menggandengnya.
"Yuk" kata Ayunda sambil langsung menggandeng tangan Dion.
Langkah kaki mereka berdua pun terdengar sangat kompak.
Tap... tap...
Mereka berdua kini telah berjalan menuju tempat tujuan. Lima menit kemudian Dion dan Ayunda sampai ditempat tujuan.
"Kak ini tempatnya?"
"Iya"
"Beneran ini tempatnya, kakak nggak salah tempat kan"
__ADS_1
"Nggak yank beneran ini ko tempatnya, kenapa aneh ya?"
"Iya kak aneh, kenapa kakak bawa aku ke sini."
"Nanti juga kamu tau yank, kenapa kakak bawa kamu ke sini."
"Masuk lagi aja yuk kak, aku nggak yakin berada di sini."
"Kenapa nggak yakin, kamu takut yank"
"Em... kalau aku liat tempatnya sih agak serem ya kak, jadi..."
"Kamu putuskan buat bilang kalau kamu takut. Bener nggak tebakan kakak."
"Apa sih kak, bukan gitu maksud aku tuh"
"Terus kaya gimana?"
"Em..."
"Lanjut kemana kak, bukannya tadi kakak bilang ini ya tempatnya."
"Iya ini memang tempatnya berada di sekitaran sini. Tapi bukan yang ini yang akan kita datangi."
"Oh gitu ya"
"Ya udah yuk lanjut lagi jalannya."
"Iya kak"
Tempat yang di maksud Ayunda saat ini adalah tempat yang tak menampilkan apa - apa karena yang di lihat Ayunda hanya tempat yang gelap saja tak ada pemandangan yang menakjubkan atau apalah yang sesuai dengan pakaian yang mereka kenakan saat ini.
Sampai dimana Ayunda baru menyadari bahwa ia dan Dion kini telah menuruni sebuah tangga.
Dan di saat ia melangkah menuruni satu persatu tangga mulai terlihat ada lampu yang menyala.
__ADS_1
Di setiap langkah kakinya bersama Dion ketika menuruni tangga dan ini sangat - sangat menakjubkan.
"Kak ini ko bisa ya, pas kita turun satu tangga. Di kiri dan kanan kita malah muncul lampu yang indah."
"Bisa dong yank, gimana kamu suka nggak liatnya?"
"Suka kak, apalagi warna lampunya yang indah."
"Tapi kamu akan dibuat lebih suka kalau kita udah sampai di bawah sana." kata Dion sambil menunjuk ke bawah.
"Oh ya kak, beneran aku di sana akan lebih suka tempatnya."
"Iya yank kalau kamu nggak percaya yuk kita langsung ke bawah biar bisa membuktikannya."
"Yuk kak"
"Kamu kayanya nggak sabar ya yank pengen liat tempatnya."
"Iya kak aku beneran udah nggak sabar. Agak cepet ya kak turunnya."
"Nggak usah cepat - cepat yank, bukannya sama aja. Mau cepat atau lambat ujung - ujungnya kita juga berada di bawah."
"Jadi pelan - pekan aja biar lebih berkesan."
"Hem... iya kak"
Tap... Tap...
Ayunda dan Dion Kini telah berada di bawah tangga dan seketika terdengarlah suara tepat saat langkah kaki mereka berada di ujung tangga.
Bersambung...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin๐
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
__ADS_1