Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Nggak Jadi Pergi


__ADS_3

"Kak"


"Iya yank kenapa?"


"Dek"


"Apa kak?"


"Kita jalan - jalan nya di sekitar sini aja ya, nggak perlu naik mobil."


"Lah kak kenapa nggak naik mobil aja."


"Iya yank kenapa mau di sini."


"Aku nggak mau jalan terlalu jauh kak, dek di sini aja ya jalan - jalan nya. Lemes nih kalau harus jalan ke mobil."


"Kakak kan udah makan ko bisa lemes"


"Emangnya kalau yang udah makan lemes nggak boleh gitu."


"Em... boleh tapi aneh aja"


"Ya udah kalau boleh di sini ya dek, kak jalan jalan nya."


"Tapi kak kalau di sini kakak mau traktir apa coba ke adek."


"Em... nggak tau dek, ya udah traktir nya nanti aja di lain waktu."


"Ya kakak suka patahin gitu aja sih. Padahal udah banyak yang adek pikirin buat kakak traktir adek. Gagal deh." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda dengan menampilkan wajah kecewa saat mengucapkannya.

__ADS_1


"Yank beneran mau di sini. Kamu nggak kasian ngerepotin pak supir yang udah siapin mobil tapi kita nggak jadi pergi."


"Em... kasihan kak, tapi aku lagi lemes kalau harus jalan dari sini ke mobil."


"Tapi benerkan yank kamu memang lemes."


"Iya kak beneran"


"Hem... ya udah kalau gitu kakak kasih tau dulu pak supir. Kalau adek gimana nggak papa jalan - jalan nya di sini aja."


"Em... nggak papa kak, mungkin lain waktu jalan - jalan naik mobil nya."


"Hem... kalau gitu kakak kasih tau pak supir dulu ya."


"Iya kak" kata Ayunda dan si bungsu hampir bersamaan.


"Pak"


Tak ada jawaban dari pak supir. Hingga Dion mulai memanggil nya lagi dengan sedikit lebih keras.


"Pak"


Di panggilan ke dua ini pak supir yang sedang berjalan. Langsung menolehkan kepala nya melihat seseorang yang memanggil nya itu.


Saat telah membalikan tubuh nya pak supir langsung menjawab ucapan Dion.


"Iya den"


"Em... kami bertiga nggak jadi pergi pak, jadi bapak bisa istirahat untuk hari ini." kata Dion langsung ke inti nya.

__ADS_1


"Kenapa nggak jadi den?" kata pak supir ingin tahu mengapa mereka tidak jadi pergi.


"Em... kami pengen jalan - jalan di sekitar sini aja pak. Maaf ya pak ngerepotin bapak siapin mobil tapi kami malah nggak jadi pergi."


"Oh gitu ya den, ya udah den nggak ngerepotin ko. Kalau gitu bapak permisi dulu den. Selamat jalan - jalan den Dion, non Ayunda dan non Anggi." kata pak supir dengan ramah.


"Iya pak makasih, maaf udah ngerepotin."


"Nggak papa non, kalau gitu bapak permisi." kata pak supir menjawab ucapan Ayunda.


"Aduh kak ko aku jadi gak enak gini ya. Gimana kalau kita jadi aja pergi jalan - jalan naik mobil nya."


"Udah kak jangan rubah - rubah kaya gitu. Kakak tuh udah terlanjur setuju jalan - jalan nya di sini dan udah bilang juga kan sama pak supir kalau kita nggak jadi pergi. Nanti kalau kita panggil lagi pak supir terus kita bilang jadi apa nggak nambah ngerepotin pak supir." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Hem... iya juga ya dek, ya udah dek, kak yuk langsung keliling aja."


"Hem... iya kak yuk"


Sementara Dion ia hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari ucapan Ayunda itu.


Mereka bertiga mulai melangkah kan kaki melihat sekeliling tempat penginapan. Ayunda, Anggi dan Dion mereka bertiga mulai melihat tempat yang ada di sebelah kanan terlebih dahulu.


Dan pemandangan yang ada di sebelah kanan ini adalah pemandangan yang sangat bagus kalau di lihat di pagi hari seperti ini.


Karena tempat nya sangat pas ketika kita ingin melihat matahari terbit di pagi hari. Saat ini kebetulan masih pagi dan mereka bertiga pun bisa menikmati pemandangan saat matahari terbit saat ini.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2