Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Merasa Terkejut


__ADS_3

Ketika Dion sedang sibuk - sibuk nya mencari keberadaan Ayunda. Kini si bungsu pun hampir bertemu dengan Dion yang sudah bisa menyusul keberadaannya.


"Hem... capek juga nih, baru jalan dari sana ke sini aja udah keringetan. Mana belum ketemu lagi sama kakak dan kakak ipar." kata si bungsu setelah ia melakukan perjalanannya.


Kemudian si bungsu mulai melihat ke sekeliling tempat tersebut. Di mulai dari ujung kanan sampai ujung kiri. Bagian depan dan terakhir ia bahkan melihat kebelakang tubuhnya.


Padahal jika ia melihat ke belakang, itu sudah ia dapati keberadaan Dion dan Ayunda tak akan ia temukan sama sekali. Karena ia sudah melewati jalan tersebut dan tak melihat keberadaan Ayunda dan Dion.


"Ini ko kakak sama kakak ipar belum keliatan batang hidung nya. Eh... maksud ku orang nya. Malah kebanyakan orang yang nggak di kenal sama sekali." kata si bungsu setelah melihat ke sekeliling tempat ia berdiri saat ini.


"Beneran atau nggak sih mereka berdua pergi ke arah sini." kata si bungsu lagi melanjutkan ucapannya.


"Tapi kalau nggak bener, masa iya kakak ipar tega buat aku ke sasar, kan nggak mungkin."


"Hem... coba aku liat lagi deh. Mungkin barusan karena masih capek makannya belum ketemu." kata si bungsu yang memutuskan untuk melihat ke sekeliling nya lagi saat ini.


Di lihat lah dengan cara yang sama. Kini si bungsu mulai teliti melihat ke sekeliling tempat nya berdiri.

__ADS_1


Kemudian ia pun mulai melihat sesosok orang yang mirip dengan Dion.


Dengan senang ia mulai mendekati orang tersebut.


Saat ia telah berada di belakang tubuh Dion. Ia pun tanpa pikir panjang langsung memanggil orang tersebut.


"Kakak ipar" kata si bungsu memanggil Dion.


Tak ada jawaban dari seseorang itu atas ucapan si bungsu.


"Eh... ini kak Dion bukan sih, ko aku panggil nggak jawab ya. Apa harus panggil nya kak Dion kali ya." kata si bungsu berkata di dalam pikiran nya sendiri.


"Kak Dion" kata si bungsu memanggil Dion dengan namanya.


Tetapi walau ia memanggil orang tersebut dengan nama Dion. Orang itu tak menjawab sama sekali ucapannya.


"Lah ini kak Dion udah aku panggil dua kali. Malah nggak di jawab lagi. Ini beneran kak Dion bukan sih." kata si bungsu lagi berbicara di dalam pikiran nya.

__ADS_1


"Coba sekali lagi aku panggil kak Dion nya. Kalau nggak di jawab juga, ntar aku langsung liat ke depannya aja." kata si bungsu memutuskan untuk memanggil Dion kembali.


"Kak Dion" kata si bungsu dengan cukup keras memanggil Dion yang ke tiga kali nya.


Seseorang itu pun mulai membalikan tubuhnya saat ia terus - menerus mendengar seseorang seperti memanggil - manggil dirinya. Karena terdengar samar - samar.


Si bungsu yang mulai merasa bahagia karena pada akhirnya Dion mulai membalikan tubuh nya.


Menunggu dengan antusias karena Dion mengetahui keberadaannya saat ini.


Namun, di saat ia merasa senang. Tiba - tiba begitu terkejut nya ia saat ternyata orang tersebut bukan Dion.


Bahkan bukan karena itu saja. Ia merasa terkejut melainkan wajah seseorang yang ia lihat saat ini. Begitu tegas seperti orang yang sedang menahan kesal.


"Ya ampun gimana nih? mana orang nya bikin deg - degan lagi. Apalagi wajah nya yang terlihat lagi marah. Gawat nih aku harus kaya gimana?" kata si bungsu mulai merasa kebingungan.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2