
Kemudian si bungsu mulai menceritakan tentang madam Lexi dengan berbisik di dekat telinga Ayunda.
"Jadi gini kak, sebenernya cowo nya itu. Agak gimana ya?" kata si bungsu yang berbisik pada Ayunda.
"Agak gimana, maksudnya apa sih dek?" kata Ayunda yang aneh dengan ucapan si bungsu tersebut.
"Aku takutnya kakak ntar malah ketawa keras kalau aku kasih tau yang sebenernya. Makannya aku kasih tau nya seperti barusan." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Hem... kamu nih dek, belum juga di ceritain ko udah berpikiran, kalau nanti kakak akan ketawa."
"Ya udah ada filing aja kak, soalnya memang sedikit bikin ketawa sih."
"Apa sih dek, jangan buat penasaran deh. Cepet dong kasih tau kakak dengan jelas." kata Ayunda yang udah mulai tak sabar.
"Tapi janji dulu kakak nggak akan ketawa keras." kata si bungsu meminta Ayunda untuk berjanji.
"Kenapa harus pake janji - janji segala sih dek? padahal kan tinggal di ceritain aja."
"Kalau kakak mau tau kakak harus setuju dulu. baru aku lanjutin."
"Terserah kamu aja dek, kakak mah ikut."
"Lah kak, aku kan minta kakak buat jawab. Ini ko malah serahin semua keputusan nya ke aku. Kakak nih nggak lagi sakit kan." kata si bungsu yang terheran - heran dengan jawaban Ayunda.
__ADS_1
"Nggak papa dong dek, sekali - kali kamu yang ambil keputusan."
"Ih... nggak bisa gitu dong kak."
"Mau di ceritain nggak ucapan kamu yang terjeda itu. Kalau nggak mau di ceritain kakak mau langsung tidur."
"Jangan dulu kak, iya deh iya aku ngalah. Aku akan cerita ke kakak."
"Ya udah ayo langsung cerita aja."
"Sebenarnya cowo yang aku kenal itu. Orangnya memiliki dua kepribadian."
"Maksudnya apa?"
"Lah ko bisa gitu."
"Bisa kak, soalnya dia itu terkadang penampilannya cowo terus beberapa menit kemudian jadi cewe."
"Dek, bisa nggak jawaban kamu nya jangan tebak - tebakan kaya gini. Em... maksud kakak teka - teki." kata Ayunda meminta di bungsu untuk tak berlama - lama menjawab ucapan nya atau yang lebih tepatnya memberikan teka - teki.
"Maaf kak, ya udah kalau kakak mau nya kaya gitu. Aku langsung jawab ke intinya.' kata si bungsu meminta maaf pada Ayunda.
Si bungsu yang menunggu Ayunda beberapa menit. Akhirnya merasa bosan dan langsung berkata pada Ayunda.
__ADS_1
"Kak, kakak kenapa diem?"
"Kakak kan lagi nunggu kamu cerita dek, makannya diem. Eh... ternyata kamu juga malah diem." Kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu sesuai dengan yang di alami oleh nya saat ini.
"Jadi itu arti nya barusan kita sama - sama nunggu gitu maksud kakak."
"Iya dek kaya gitu."
"Hahaha... hahaha... lucu nggak sih kak, kita malah sama - sama nunggu tanpa tau siapa yang akan bicara. Hahaha... hahaha..." kata si bungsu yang tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Hem... bener banget dek, hahaha... lucu hahaha..." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu dengan tertawa.
"Iya kak jadi lucu gitu."
"Sampai - sampai aku tertawa terus kak, ini bahkan sampai mau ngeluarin air mata karena terlalu banyak tertawa." kata si bungsu sambil menunjukkan matanya yang hampir meneteskan air mata.
Di liat lah oleh Ayunda, yang ternyata benar bahwa saat ini si bungsu memang hampir meneteskan air mata.
"Iya dek, mata kamu udah merah gitu." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1