Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Menunggu Lama


__ADS_3

"Jadi apaan? ko nggak di terusin." kata Ririn kemudian mengeluarkan suaranya. Karena Kirani tidak kunjung meneruskan lagi ucapannya itu.


Saat Ririn menunggu Kirani beberapa saat lamanya. Bahkan Kirani pun sempat membuat Ririn menjadi emosi karena menunggu lama tapi tak kunjung di teruskan lagi ucapannya itu.


"Ko malah diem kaya gitu. Aku kan tanya sama Kirani. Hey... ih... Ki...ra...ni... Kirani.... denger nggak sih aku bicara sama kamu saat ini." kata Ririn yang sedang emosi.


"Hem..." kata Kirani hanya menjawab dengan deheman saja sambil menganggukkan kepalanya.


"Udah gitu aja. Nggak ada yang lain lagi." kata Ririn pada Kirani.


"Iya" kata Kirani menjawab ucapan Ririn hanya dengan satu kata lagi.


"Ya... ampun... Kirani kamu nih bener - bener perlu aku ajarin biar jawab ucapan orang itu jangan hanya satu kata aja." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Oh gitu ya, tapi kayanya nggak perlu deh. Ini sekarang kan aku jawabnya banyak. Jadi nggak perlu di ajarin." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.

__ADS_1


"Terserah kamu lah. Pusing tanggepin nya juga. Mana aku udah pusing sama ulah kamu ini. Di tambah sikap kamu yang kaya gini. Makin tambah deh nih pusing." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Udah sampai ke mana tingkat pusing nya. Biar aku bantu turunin. Coba kasih tau aku." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Level tertinggi, em... lebih tepatnya harus segera di tangani. Kalau nggak bisa - bisa aku pingsan di tempat." kata Ririn menjawab asal ucapan Kirani.


"Hadeh... kalau gitu. Ayo cepet kita ke rumah sakit biar di tangani. Mau ke rumah sakit jiwa atau ke rumah sakit biasa." kata Kirani seolah - olah panik bahkan sampai memegang tangan kanan Ririn dan menarik nya.


"What? aku nggak salah denger kan. Tadi kamu bilang mau ke rumah sakit jiwa atau ke rumah sakit biasa. Ya kali Kirani aku harus kamu bawa ke rumah sakit jiwa. Aku kan nggak punya gangguan kejiwaan ngapain juga harus di bawa ke rumah sakit jiwa." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Bercanda nya, nggak lucu tau nggak." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Maaf kalau nggak lucu. Iya deh aku, akuin kalau aku tuh salah." kata Kirani yang begitu merasa bersalah atas ucapan yang ia ucapkan pada Ririn.


"Udah lah, nggak perlu di bahas lagi. Kita langsung pergi ke sana aja." kata Ririn yang ingin mengakhiri ucapan antara dirinya dan Kirani.

__ADS_1


"Bentar ih... Ririn. Kamu kan belum maafin aku, tau nggak. Aku kan jadi nggak enak." kata Kirani masih ingin melanjutkan ucapannya itu.


"Ya udah lah lupain aja." kata Ririn masih belum memberikan kepastian pada Kirani.


"Jawab dulu ah... kamu nya udah maafin aku atau belum. Baru setelah itu kita langsung ke sana." kata Kirani yang masih tetap ingin mendengar jawaban atas permintaan maaf nya itu pada Ririn.


"Ih... bawel deh, iya... iya... aku maafin. Puas sekarang udah ucapan aku." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Hehehe... iya udah. Makasih loh, kamu baik deh." kata Kirani sambil memeluk Ririn.


"Hem... udah sekarang lepasin pelukannya. Geli tau nggak di peluk sama kamu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani sambil meminta Kirani untuk melepas pelukannya.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2