Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tak Ingin Berpaling


__ADS_3

Tak lama setelah percakapan diantara mereka berakhir. Terdengar suara ketukan dari luar.


Tok... tok...


"Biar saya yang buka bu" kata salah satu diantara mereka meminta izin untuk membuka pintu.


"Iya" kata Ayunda menjawabnya singkat.


Langkah demi langkah orang yang akan membuka pintu telah sampai di depan pintu dan siap untuk membukanya.


Ceklek...


Pintu pun di buka secara perlahan. Di sana terlihatlah Dion yang berdiri dengan gagah dan tentunya nya sangat ganteng.


Apalagi dengan pakaian yang ia kenakan saat ini membuat orang yang membuka pintu diam terpaku untuk beberapa saat.


Sampai ia tersadar saat Dion berucap padanya.


"Apa istri saya sudah siap?"


"Em... eh... iya pak sudah, silahkan" kata orang yang membuka pintu dengan kelabakan.


Setelah mendapat jawaban dan di bukakan nya pintu. Dion langsung masuk menghampiri Ayunda yang sudah siap hanya perlu sedikit merapikan bajunya.


Karena terlalu lama duduk hingga membuat baju yang ia kenakan sedikit kurang rapih.


"Sayang"


Ayunda yang mendengar Dion memanggilnya, ia lalu menolehkan kepalanya untuk melihat Dion saat ini.


"Iya" kata Ayunda setelah ia menolehkan kepalanya menghadap Dion dan secara otomatis pandangan mereka berdua kini saling tatap.

__ADS_1


Dion yang melihat wajah Ayunda begitu sangat cantik tak bisa berkedip untuk beberapa detik dan begitu pun dengan Ayunda yang melihat Dion sangat ganteng ia pun sama - sama terdiam dengan saling menatap satu sama lain.


Namun berbeda dengan ketiga orang yang membantu Ayunda. Mereka semua malah di buat baper dengan adegan yang mereka lihat saat ini.


Walau hanya saling tatap tanpa ada hal lain seperti memegang tangan pasangan mencium pasangan atau apalah itu.


Adegan mereka berdua saat ini bener - bener membuat baper.


"Ah... serasinya"


"Cantik dan ganteng"


"Sangat cocok"


"Manisnya"


Mereka berdua yang mendengar suara dari ketiga orang yang sempat mereka lupakan keberadaannya langsung salah tingkah dibuatnya.


"Em" kata Dion


"Itu"


"Kakak duluan aja"


"Kamu dulu aja yank"


"Kakak aja"


"Em... baiklah tapi sebelum itu kakak mau bilang kamu sangat cantik malam ini sayang bahkan kakak sampai tak ingin berpaling melihat hal lain selain wajah kamu."


"Jangan berlebihan kaya gitu deh kak, aku kan emang udah cantik dari sananya."

__ADS_1


"Iya deh iya kamu emang cantik yank, tapi lebih cantik kalau pas kamu..." Kata Dion pada Ayunda yang menjeda ucapannya karena saat ini Dion mendekati tubuhnya pada tubuh Ayunda.


Lalu setelah ia berada di dekat tubuh Ayunda ia mulai membisikkan sesuatu pada Ayunda.


"Masuk ke kamar mandi nggak pakai baju sama sekali terlihat lebih cantik dan gimana gitu ya susah kalau dijelasin lebih detailnya."


"Apa?" kata Ayunda yang terkejut dengan bisikan Dion untuknya. Rasanya itu sulit di ungkapkan antara malu, kaget, ingin marah dan sulit di percaya bahwa Dion malah membahas mengenai hal tersebut.


Bahkan bibir Ayunda pun sampai terbuka cukup lama karena ucapan Dion itu.


"Masa kakak harus ulangi lagi sih yank ucapannya atau memang belum jelas kali ya ucapan kakak tadi kalau di bisikin kaya gitu. Em... ya udah deh kakak kerasin aja ya ucapannya ke kamu."


"Eh... jangan - jangan kak"


"Kenapa?"


"Aku udah denger semuanya ko"


"Denger apa?"


"Denger apa yang tadi kakak bisikin ke aku lah masa denger suara angin."


"Oh kakak kira kamu nggak denger karena tadi kamu bilang apa, tanpa ada kejelasan sama sekali."


"Ya itu kan tadi aku kaget kak, makanya refleks berkata kaya gitu."


"Oh refleks ya"


"Iya" kata Ayunda dengan mengagukkan kepalanya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2