
"Nggak mau aku kak, kalau harus bahas ini." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Terus kamu mau nya bahas apa dong yank?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan sebuah pertanyaan.
"Nggak mau bahas apa - apa. Udah dulu ya kak, aku lagi pengen sendiri." kata Ayunda hampir saja menutup telponnya itu.
Tetapi tak jadi karena Dion terlebih dulu mengeluarkan suara nya.
"Bilang aja kamu yank, pengen berduan sama abang - abang yang ada di samping kamu itu." kata Dion curiga pada Ayunda.
"Apa sih kak, nggak jelas banget ucapannya."
"Memang bener kan ucapan kakak itu."
"Nggak bener aku tuh udah punya suami untuk apa berduan sama abang - abang. Lagi pula lalu kakak tau di sini tuh nggak cuman berdua aja. Masih banyak orang ko dan lagi pula ini di ruangan terbuka. Apa nya yang bisa di bilang berduan." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Duduk kamu nya lah yank yang berduan apa lagi coba. Kamu nggak sadar atau pura - pura nggak sadar."
"Hem... terserah kakak aja. Lagi pula aku duduk nya nggak saling deketin ko. Ini aja ada jarak. Kalau kakak nggak percaya aku foto jarak antara aku dan abangnya duduk saat ini." kata Ayunda yang seketika bersiap untuk memfoto jarak duduk dirinya dengan abang yang duduk di samping nya saat ini.
Di saat Ayunda telah memfoto jarak tempat duduk nya. Dan mulai mengalihkan pandangannya menghadap pada Abang - Abang yang duduk di sampingnya itu.
Begitu terkejut nya ia saat Abang - Abang itu juga sedang melihat ke arahnya.
Bahkan tak hanya itu saja yang membuat Ayunda terkejut. Melainkan Abang - Abang tersebut adalah orang yang sangat ia kenal dan baru saja bertelponan dengan dirinya.
Ya tiada lain dan tiada bukan itu adlah Dion orang nya.
__ADS_1
Dion yang di tatap oleh Ayunda seketika menaik turunkan kedua alisnya pada Ayunda yang sedang menatap ke arah dirinya dengan diiringi senyum tak bersalah pada Ayunda.
Ayunda yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Langsung mengalihkan pandangannya itu.
Dan di situ lah Ayunda mulai mengeluarkan suara nya.
"Bentar, bentar yang barusan aku liat itu kakak kan. Tapi ko bisa ada di samping aku." kata Ayunda sambil mengerjap - ngerjapkan kedua matanya dan menepuk pelan kedua pipinya karena saking tak percayanya ia dengan apa yang ia lihat saat ini.
Lalu karena ia masih penasaran ia kemudian mengalihkan pandangannya itu kembali ke arah Dion dan kemudian mengalihkan ke arah lain. Terus seperti itu yang Ayunda lakukan sampai sebanyak tiga kali barulah ia menghentikan apa yang ia lakukan itu.
"Ini beneran aku nggak lagi berhalusinasi kan. Karena terlalu kesel sama kakak. Sampai aku liat kakak sekarang ada di samping aku. Apa aku tanya aja ya ke orang di samping aku itu." kata Ayunda di dalam hatinya.
"Kalau aku tanya ntar orangnya bilang aneh nggak ya, sama tingkah aku ini."
"Ah... bodo amat deh mau bilang aneh kek nggak kek. Yang terpenting aku nggak penasaran lagi."
"Aku langsung tanya aja ke orang nya." kata Ayunda yang akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Abang - Abang yang ada di samping nya itu.
Dion yang mendengar suara Ayunda tersebut sempat ingin tertawa dengan tingkah konyol Ayunda yang bertanya seperti itu pada dirinya.
Namun kemudian ia tahan agar tak tertawa dengan ucapan Ayunda. Karena ia ingin mencoba menjahili Ayunda.
"Ya ampun yank, kamu ini gimana sih? ko malah tanya kaya gini. Kakak jadi pengen ketawa deh denger ucapan kamu ini.
"Tapi kalau kakak ketawa, ntar kamu malah tambah marah ke kakak. Hem... kakak coba jahilin kamu aja deh."
"Ko bisa ya mbak wajah saya mirip dengan suami mbak." inilah kata yang Dion keluarkan untuk menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Ntah lah bang saya juga nggak tau. Tapi beneran loh bang wajah abang ini mirip sama suami saya."
"Hem... gitu ya mbak, gimana kalau beneran saya ini suami mbak."
"Abang nih ngaco deh. Masa iya abang bisa jadi suami saya."
"Ya kan saya asal bicara aja mbak."
"Gitu ya bang. Tapi ngomong - ngomong abang ini udah punya istri."
"Udah" kata Dion hanya menjawab satu kata ucapan Ayunda tersebut.
"Terus kalau udah sekarang istri abangnya lagi di mana?"
"Nih lagi di samping abang."
"Di samping abang maksudnya bang?"
"Ya maksud abang sekarang istri Abang kan memang lagi di samping abang. Dan bahkan nggak sadar kalau dia saat ini lagi bicara sama suaminya sendiri."
"Masa sih bang istri abang bisa kaya gitu. Nggak sadar kalau abang lagi ada di samping nya."
"Beneran mbak dia tuh nggak sadar. Bahkan saat ini dia lagi bicara juga sama saya tapi yang jadi anehnya dia nggak menyadari hal itu."
"Aneh bener ya mbak istri abangnya itu."
"Hem... begitu lah mbak. Tapi jangan bilang ya mbak ke istri saya kalau ntar mbak ketemu sama istri saya. Saya cerita kaya gini ke mbak nya. Kalau dia tau bisa nggak kelar - kelar mbak saya bicara sama istri saya nya. Terus bisa marahan deh sampai berhari - hari." kata Dion pada Ayunda.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼