
"Males kak, aku kan inginnya yang instan aja. Kalau aku harus pikir sendiri capek deh kak" kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Enak bener ya, kalau yang instan tak perlu repot - repot mikir" kata Ayunda menjawabnya dengan sindiran pada si bungsu dan si bungsu malah menjawab sindiran itu dengan santai.
"Nah itu kakak tau. Ya udah deh kak nggak usah bahas itu lagi. Aku mau liat ke luar tempat liburan kakak dong. Bolehkan." kata si bungsu mengalihkan pembicaraan dari pembicaraan yang sedang berlangsung.
"Em... iya deh. Walau sebenernya kakak juga setengah hati nurutin keinginan kamu ini dek." kata Ayunda menyetujui keinginan si bungsu.
"Tak apa lah kak. Setengah hati juga yang penting aku bisa kakak liatin tempatnya. Aku juga udah seneng." jawaban si bungsu pada Ayunda.
"Iya in aja lah. Biar gak ribet" kata Ayunda sekenanya dan langsung mengarahkan Vidio ke kamera belakang sambil berjalan keluar penginapan.
Sekitar beberapa menit akhirnya Ayunda pun telah berada di luar penginapan. Terlihatlah pemandangan sekitaran tempat penginapan itu.
Walau siang tapi tempat ini masih tetap menyeramkan di lihatnya. Bahkan suasana mencekam pun sangat terlihat dan di rasakan oleh Ayunda yang saat ini sedang menunjukkan setiap bagian di luar penginapan pada si bungsu.
__ADS_1
"Wah kak itu pohon - pohonnya pada tinggi - tinggi ya. Terus itu tadi pohon beringin yang semalam di lihat saat kakak duduk di kursi goyang kan. Ke sana yuk kak. Aku kayanya mau liat ayunannya. boleh ya kak please" kata si bungsu dengan memasang wajah memelas nya agar Ayunda menyetujui keinginannya itu.
"Nggak mau ah dek kakak takut" kata Ayunda yang langsung menolak begitu aja keinginan si bungsu.
"Ih kak jangan takut, kan ada adek. Jadi kakak nggak perlu takut adek matiin lagi videonya kalau nanti ke temu makhluk halus lagi." kata si bungsu mencoba membujuk lagi agar Ayunda mau mengabulkan keinginannya.
"Apa jaminannya buat kakak kalau kamu nggak akan matiin lagi videonya kaya semalem" kata Ayunda yang meminta jaminan agar si bungsu tak menipunya lagi dengan sikap jahil nya itu.
"Em... nanti aku akan turutin keinginan kakak kalau kakak udah pulang liburan. Gimana bukannya penawaran ku ini bagus buat jaminannya." kata si bungsu memberitahu Ayunda jaminan yang akan dia berikan pada kakaknya.
"Oke lah kalau gitu" kata Ayunda yang langsung menyetujuinya.
Lagi dan lagi si bungsu mulai berulah "Kak, coba duduk di ayunan itu dong kayanya enak deh duduk di sana"
"Nggak mau nanti kalau penunggu ayunan itu marah gimana" kata Ayunda menolaknya.
__ADS_1
"Nggak akan kak ini kan masih siang. Males kali penunggunya juga keluar di siang bolong kaya gini" kata si bungsu mencoba meyakinkan Ayunda bahwa tak akan ada penunggu ayunan yang muncul.
"Iya juga ya ucapan mu ini dek. Ya udah deh kakak duduk dulu di ayunannya." kata Ayunda yang langsung menyetujui untuk duduk di ayunan.
Setelah duduk di sana dengan nyaman dan menikmati angin yang berhembus sesekali tak kala berada di ayunan itu. Harus berubah menyeramkan dan bahkan tanpa di minta keringet dingin pun bermunculan dengan sendirinya.
Bersambung...
Buat kalian yang udah baca cerita author
Author ucapin makasih yang udah ikutin ceritanya author dari awal sampai saat ini dan masih setia juga menunggu up tiap episodenya.
Dan yang baru mampir juga author ucapin makasih udah mau mampir ke ceritanya author.
Tak lupa juga buat yang udah kasih author Like, Comment, favoritin ceritanya author, dan Semangatin author. Author ucapin banyak banyak terimakasih.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼