Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tak Percaya


__ADS_3

Seseorang itu kemudian mulai melihat si bungsu dengan tatapan yang tak percaya. Entah karena tebakan si bungsu benar ada nya atau karena si bungsu lagi - lagi memanggilnya om.


Sementara si bungsu yang mendapatkan tatapan dari seseorang itu menjadi merasa aneh. Kenapa tatapan Madam Lexi seperti itu pada dirinya bahkan saat ini banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang keluar dari dalam hati si bungsu.


"Ini ko madam Lexi malah kasih tatapan ke aku yang kaya gini. Apa ucapan aku salah ya? atau karena aku salah tebak? atau bisa juga karena aku udah buat kesalahan sama ucapan aku itu." inilah kata - kata pertanyaan yang si bungsu keluarkan di dalam hatinya pada madam Lexi.


"Aduh gimana nih? bisa berabe kalau nih madam marah. Tapi ntar kalau liat dia beneran marah gimana ya? secara gitu ya suaranya aja lemah lembut gemulai apalagi ntar kalau marah. Apa masih seperti itu atau bisa juga jadi sangat menyeramkan."


"Ya ampun, kalau beneran ntar marah nya menyeramkan, yang ada aku bisa - bisa..." kata si bungsu yang semakin sibuk berbicara di dalam hatinya. Namun, di saat ia sibuk tiba - tiba ia mendengar suara madam Lexi yang memotong ucapannya.


"Oh ya ampun, kamu ko tau sih nama asli nya madam Lexi. Ih... jadi pengen deket deh ekek sama kamu ini. " kata madam Lexi yang memotong ucapan si bungsu di dalam hatinya.


"Mak...sudnya o...madam itu ucapan aku bener."


"Ih...kamu ko malah mau bilang madam, om lagi sih. Tau nggak, madam kan nggak suka di bilang om. Jadi kalau kamu sekali lagi bilang madam, om. Awas ya madam kasih kamu kecupan nanti." kata madam Lexi mengancam si bungsu.


"Eh... jangan - jangan madam, jangan kecup saya. Iya, iya saya nggak akan bilang itu ke madam. Bener deh janji." kata si bungsu yang mulai panik setelah mendengar ucapan madam Lexi.

__ADS_1


"Nah, gini dong dari tadi. Ekek kan jadi suka sama jawabannya."


"Iya madam, maaf saya salah."


"Oke, madam maafin kamu." kata madam Lexi sambil mengedip kan matanya.


"Makasih madam"


"Hem... iya"


Setelah itu, percakapan antara si bungsu dan madam Lexi pun terdiam untuk beberapa menit lamanya.


"Eh... iya ekek, boleh tanya nggak ke kamu."


"Madam mau tanya apa ke saya?"


"Itu loh yang ingin madam tanyain ke kamu mengenai nama asli madam, ko kamu bisa tau. Tau dari mana?"

__ADS_1


"Oh soal itu ya madam, sebenernya sih saya asal tebak aja madam. Dan kebetulan malah bener itu ternyata nama asli nya madam."


"Hem... gitu ya, ekek kira kamu taunya karena kamu udah kenal ekek sebelumnya."


"Nggak ko madam, saya malah kaget saat barusan ketemu sama madam."


"Ko bisa kaget, kaget kenapa?"


"Em... tapi madam janji ya, jangan marah saat saya kasih tau ke madam."


"Kalau soal marah, itu sih tergantung kamu kasih tau madam nya kaya gimana?"


"Ya udah deh kalau gitu, saya nggak usah kasih tau madam aja."


"Ko malah nggak jadi."


"Soalnya saya takut, ntar madam marah ke saya. Jadi lebih baik saya menghindari kemarahan nya madam, dari pada ntar saya malah dapet kemarahan nya madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2