
Kembali lagi ke Dion yang saat ini masih berdiri sambil melihat danau.
Terlihat di sana Dion begitu putus asa, lelah dan capek. Karena telah berkeliling di sekitar danau.
Tetapi Ayunda tak terlihat sama sekali. Bahkan rasa nya ia ingin sekali teriak memanggil Ayunda ke arah danau yang ia liat saat ini.
Namun tak ia lakukan, sebab di sekitaran danau terdapat banyak orang. Ada rasa tak enak saat ia secara tiba - tiba berteriak di tempat nya berdiri saat ini.
Begitu berbeda dengan Ayunda yang tanpa beban langsung teriak di sekitaran danau.
Setelah cukup lama berdiri di dekat danau. kini rasa pegal pun mulai dirasakan oleh Dion. Mungkin karena terlalu banyak berdiri. Sehingga rasa pegal itu kini ia rasakan.
"Aduh ini kaki udah mulai pegel lagi. Apa aku duduk dulu ya?" kata Dion berbicara pada dirinya sendiri dan lalu terdiam sejenak. Entah apa yang membuat Dion terdiam. Entah itu karena ia sedang memikirkan jawaban atas ucapannya itu atau tentang yang lainnya.
__ADS_1
Namun yang jelas yang mengetahui semua ini adalah Dion sendiri lah orangnya.
Tak lama setelah terdiam, Dion mulai mengeluarkan suara nya lagi.
"Hem... seperti nya memang aku harus duduk dulu. Biar ini kaki nggak terlalu pegel kaya gini. Hem... ya udah deh sekarang aku cari tempat duduk aja." kata Dion yang kini memutuskan untuk mencari tempat duduk setelah ia terdiam untuk beberapa saat lama nya.
Di lihat lah sekitaran danau di tempat ia berdiri saat ini untuk mencari tempat duduk yang bisa ia duduki sebentar agar bisa menghilangkan rasa pegal yang ada di kaki nya saat ini.
Di mulai dari arah kiri lalu ke depan setelah itu Dion mulai melihat ke arah kanan dan terakhir ke belakang tubuhnya. Yang seharusnya ia tak perlu melihat ke arah belakang tubuh nya saat ia sebelumnya telah membalikan tubuh membelakangi danau.
Jadi bisa di simpulkan bahwa tingkah Dion yang seperti ini tak ada hal yang membuat ia bisa menemukan tempat duduk.
Melainkan jika ia melihat air yang banyak. Itu sudah pasti ia akan menemuinya saat ia melihat ke arah belakang tubuh nya.
__ADS_1
"Pah, orang itu udah bener - bener aneh. Tuh liat sekarang malah keliling muter - muter tengok kiri, depan, kanan, dan sekarang malah kembali lagi ke arah danau yang ada di belakang tubuh nya. Bener - bener aneh kan pah." kata Riri pada Robi setelah ia melihat Dion yang bertingkah aneh.
"Ya ampun mah, jadi sedari tadi mamah liat orang itu terus menerus. Sampai sedetail itu tau, kalau tuh orang bertingkah aneh dengan tengok - tengokan." kata Robi menjawab ucapan Riri.
"Bukan gitu pah, mamah cuman kebetulan aja. Lagi liat tuh orang bukan sengaja liat tingkah lakunya. Jadi papah jangan kaya gitu sikapnya ke mamah." kata Riri memberitahukan pada Robi tentang hal yang sebenarnya terjadi. Bukan yang Robi ucapkan saat ini.
"Oh papah kira kamu beneran liatin orang itu sedari tadi mah." kata Robi menjawab ucapan Riri.
"Nggak lah pah, kaya mamah yang nggak punya kerjaan aja terus - terusan liatin orang itu." kata Riri menjawab ucapan Robi.
"Hem... tapi mah, emangnya bener ya. Barusan tuh orang tengok - tengok gitu." kata Robi bertanya pada Riri. Karena penasaran dengan tingkah Dion tersebut.
"Iya pah beneran, bahkan mamah sempet mikir. Tuh orang sebener nya kenapa? malah kaya gitu tingkahnya." kata Riri menjawab ucapan Robi.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼