
Walau sebenernya ibu tidak benar - benar percaya. Namun apa boleh buat yang ia bisa lakukan hanya mengakui kesalahan agar si bungsu tak terus - menerus berbicara dan membela dirinya.
"Iya kayanya mamah juga salah." kata mamah pada si bungsu.
"Hem... ya udah lupain aja bu, mah. Kalau gitu adek ambil makan dulu ya. Ntar malah di habisin lagi. Mana perut adek udah bener - bener pengen di isi." kata si bungsu menjawab ucapan ibu dan mamah.
"Ya udah ambil makanannya yang banyak biar kenyang perut nya." kata mamah menjawab ucapan si bungsu.
"Siap mah pasti." kata si bungsu penuh semangat.
Setelah itu tak ada lagi yang bicara mereka sibuk mengambil dan memakan makanan yang ada di piring mereka masing - masing.
Dan yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang tak sengaja bertemu.
Beberapa menit kemudian makanan yang terdapat di piring mereka masing - masing telah habis tak tersisa.
Lalu mereka mendengar suara seseorang yang sangat mereka hapal itu siapa kalau bukan suara si bungsu. Ya setelah mereka usai makan suara si bungsu lah yang pertama kali terdengar di meja makan.
"Uhh... kenyang nya, kak tolong ambilin adek minum ya. Adek udah males kalau harus ambil sendiri." kata si bungsu pada Ayunda kakaknya.
"Ih... kamu dek manja bener sih. Itu kan ada di depan kamu. Malah minta di ambilin lagi." kata Ayunda yang memprotes ucapan si bungsu.
"Iya nggak papa kak manja, em... kalau mengenai deket sih kalau udah mager susah kak. Ambilin ya kakak ku yang baik." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda dengan memelas.
"Ambil sendiri dek jangan manja." kata Ayunda masih tak ingin menuruti keinginan si bungsu.
__ADS_1
"Ayo dong kak ambilin ya, ya." kata si bungsu masih mencoba membujuk Ayunda untuk menyetujui nya.
"Ambil sendiri dek, em... gini aja deh kalau kamu ambil sendiri nanti kita jalan - jalan mengelilingi tempat ini gimana? sekalian ntar kakak yang traktir kalau kamu ingin sesuatu." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
Sebelum menjawab ucapan Ayunda si bungsu sempat terdiam sebentar mungkin ia sedang mempertimbangkan ucapan Ayunda itu padanya.
Sekitar lima detik kemudian si bungsu langsung mengeluarkan suara nya lagi.
"Em... iya deh kak aku ambil sendiri. Tapi bener ya nggak akan bohong."
"Iya bener ko"
"Janji"
"Oke kak kalau gitu adek pegang ya janji kakak itu. Awas aja kalau bohongi adek."
"Hem iya kakak kan udah janji tenang aja dek kakak nggak akan bohong ko."
"Oke deh" kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
Lalu kemudian ia mulai mengambil air minum dan meminumnya sedikit demi sedikit hingga air itu telah habis tak tersisa.
"Kak yuk kita langsung jalan - jalan."
"Bentar dek kamu aja baru selesai minum loh."
__ADS_1
"Nggak papa kak langsung pergi aja. Nggak ada yang salah ko abis minum langsung pergi."
"Ya nggak masalah tapi tunggu sebentar lagi dek."
"Hem iya deh"
"Nah gitu dong, ya udah yuk langsung pergi."
Ketika si bungsu mendengar ucapan Ayunda ini ia menjadi melongo karena apa yang Ayunda ucapkan pada nya sungguh luar biasa.
Tadi katanya tunggu sebentar, tapi setelah Ayunda berucap itu belum ada dua detik udah langsung mengajak ia pergi.
Ini bener - bener membuat si bungsu hampir menggelengkan kepalanya karena saking tak paham dengan pemikiran kakaknya ini.
"Ckckck... kak katanya tadi tunggu sebentar, eh... ini langsung ngajak pergi. Kak, kak gimana sih?"
"Gimana apanya dek? kakak kan bicara sesuai apa yang kakak katakan."
"Sesuai gimana kak?"
"Kakak bilang sebentar yang kakak nggak nentuin sebentar itu kapan kan? jadi nggak salah dong kakak langsung ajakin kamu pergi."
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1