
"Di si..." Dion pun mengulang kembali ucapan Ayunda yang tak meneruskan ucapannya itu. Sambil mengangkat ke dua alisnya keatas.
"Hehe" Ayunda pun hanya meresponnya dengan senyum tanpa dosanya tersebut.
"Jadi handuk yang kamu pakai itu punya kakak kan" kata Dion yang bertanya pada Ayunda.
"Hem" jawab Ayunda hanya dengan deheman.
"Sekarang mana permintaan maaf mu yank" kata Dion.
"Em... itu..." perkataan Ayunda yang dipotong oleh Dion.
"Itu apa?" kata Dion yang nggak sabar dengan ucapan Ayunda.
"Ya udah aku akan minta maaf sama kakak. Tapi ada syaratnya" kata Ayunda pada Dion.
"Apa syaratnya?" kata Dion yang ingin tau syarat yang diinginkan Ayunda.
"Gampang ko, sekarang kakak coba balik menghadapnya ke lemari" kata Ayunda mengawali syarat yang di mintanya itu.
__ADS_1
"Em... yank nggak akan ngerjain kakak kan" ucap Dion yang merasa curiga dengan syarat Ayunda.
"Nggak kak, bener coba menghadap ke lemari deh. Dijamin kakak akan balik berterima kasih ke aku" kata Ayunda dengan yakin.
Hingga akhirnya Dion pun melakukan apa yang di suruh Ayunda kepadanya. Setelah Dion menghadap ke lemari.
Lalu Ayunda mulai mendekatkan dirinya pada tubuh Dion dari belakang. Hingga tersisa sedikit saja ruang di posisi Ayunda saat ini.
Dan entah keberanian dari mana Ayunda seketika menyentuh pundak Dion kemudian mengelus - elusnya dengan lembut sampai Dion pun merasa ada sesuatu yang sepertinya bisa membangkitkan kegiatan mereka tadi malam.
Setelah puas dengan mengelus pundak Dion. Salah satu tangan Ayunda entah sejak kapan berada di paha Dion yang tak mengenakan apapun. Ia mulai menyentuh paha itu dari bawah sampai atas. Mengulanginya beberapa kali.
Harus terhenti karena disaat Dion sedang meresapi rasa kenikmatan itu. Ayunda diam - diam melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
Dan kegiatan itu pun Ayunda hentikan begitu saja. Hingga akhirnya Dion pun menyadari bahwa Ayunda sudah tak ada di belakang tubuhnya. Saat ia mendengar suara pintu yang tertutup dan terkunci.
"Ah... sit yank kenapa nggak di terusin sih" suara gerutuan Dion yang tak terima Ayunda pergi begitu saja.
Ia pun lalu menghampiri Ayunda yang berada di kamar mandi. Dan di balik pintu kamar mandi Dion pun berucap.
__ADS_1
"Yank buka pintunya. Kamu harus tanggung jawab yank. Cepetan buka. Tok...tok...tok..." kata Dion pada Ayunda sambil mengetuk pintu sedikit keras.
Suara Ayunda yang menyahuti ucapan Dion di dalam kamar mandi pun terdengar "Tanggung jawab apa sih kak. Aku kan nggak buat kakak hamil. Jadi nggak perlu tanggung jawab" kata Ayunda dengan santai.
"Pokonya kakak gak mau tau yank. Cepet buka kalau kamu nggak mau buka nanti pintunya kakak rusak nih" kata Dion yang mulai mengancam Ayunda.
"Coba aja kak kalau bisa" kata Ayunda yang sepertinya sengaja menantang ucapan Dion.
"Oke. Liat apa yang akan kakak lakuin nanti. Kalau pintunya sudah kakak rusak" sambil Dion pun tertawa menyeringai.
Dengan tiga kali aba - aba pintu kamar mandi pun tak kunjung terbuka sama sekali.
"Bug..." suara tubuh Dion yang sengaja di tubruk kan ke pintu kamar mandi.
Sudah tiga kali mencoba tapi Dion tak kunjung bisa merusak pintu itu hingga ia pun pasrah tak lagi mencoba merusak pintu itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1