
"Bener mah, nggak bohong sama sekali." kata papah menjawab ucapan mamah dengan sangat tenang.
"Hem... jangan bohong lah pah, jawab jujur aja." kata mamah menjawab ucapan papah.
"Buat apa mah, papah bohong. Papah ngga lagi bohong ko. Jawaban papah itu bener mah." kata papah menjawab ucapan mamah.
Sementara ibu dan ayah, kini mereka berdua malah sama - sama melihat dan mendengar perdebatan antara papah dan mamah.
Layaknya seperti menonton sebuah acara stasiun televisi. Begitu menghayati dan serius saat melihat dan mendengarkan nya.
Bahkan seperti sampai terlena dengan perdebatan mamah dan papah ini.
"Mah..." kata papah kemudian mulai melihat ke arah ayah maupun ibu yang sedang melihat ke arah mereka saat ini.
"Apa?" kata mamah menjawab jutek dan cuek ucapan papah.
"Liat deh, kita berdua lagi di liatin." kata papah mulai memberikan kode agar mamah melihat ke arah ayah dan ibu pandangannya.
"Di liatin siapa? jangan ngada - ngada pah." kata mamah yang tak percaya dengan ucapan papah.
__ADS_1
"Mamah nih, dari tadi ko bilangnya kaya yang nggak percaya gitu sama ucapan papah." kata papah menjawab ucapan mamah.
"Ya kan papah ngomongnya nggak terlalu jelas. Makannya mamah tanya kaya gitu." kata mamah menjawab ucapan papah.
"Hem... ya udah biar mamah percaya, sekarang coba liat di samping dan depannya mamah." kata papah meminta mamah untuk melihat ke arah ayah dan ibu.
Tanpa bertanya kembali, pandangan mamah langsung mengarah ke arah yang di ucapakan oleh papah barusan kepada dirinya.
Awalnya mamah belum menyadari bahwa ia sedang di lihat oleh ibu dan ayah. Sehingga jawaban mamah pun langsung berubah seketika.
"Kenapa sih pah? di samping dan depan mamah kan ibu sama bapak. Ada yang aneh ya, emangnya." kata mamah yang belum menyadari.
Lalu setelah mamah berkata seperti itu, mamah kembali melihat ke arah ibu dan ayah lagi.
"Tuh pah yang liatin kita itu kan ibu dan bapak. Jadi itu artinya yang liat ke arah kita, itu berarti..." kata mamah sambil menutup bibirnya.
"Pah, itu artinya besan kita dong ya." kata mamah yang terkejut saat ia telah menyadarinya.
"Hem... mamah kemana aja? ko baru sadar." kata papah menjawab ucapan mamah.
__ADS_1
"Mungkin karena mamah masih belum ngeh pah. Makannya jadi kaya gini respon nya " kata mamah menjawab ucapan papah.
"Hem... gitu, jadi gimana mah?" kata papah yang membuat bingung mamah dengan ucapan papah saat ini.
"Gimana apa pah?" kata mamah yang balik bertanya pada papah.
"Ini gimana sama ucapan kita berdua, mau lanjut atau berhenti sampai di sini." kata papah menjawab ucapan mamah.
"Oh jadi soal ucapan. Ya, mamah mah ikut aja. Mau di lanjut oke, nggak juga nggak masalah." kata mamah menjawab ucapan papah.
"Hem... jawab dengan kepastian dong mah. Jangan suruh papah pilih." kata papah menjawab ucapan mamah.
"Masa susah sih pah, tinggal pilih aja juga. Ckckck... ckckck..." kata mamah menjawab ucapan papah dengan tak percaya bahkan sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya, memang nggak susah mah. Tapi kalau papah yang pilih. Ntar mamah malah komplain lagi." kata papah menjawab ucapan mamah sesuai dengan ke khawatiran papah saat ini.
"Hahaha... hahaha... kaya yang jualan aja harus komplain. Papah bisa aja bicaranya." kata mamah yang malah tertawa saat menjawab ucapan papah.
"Kalau mamah maunya kaya gitu sih. Papah ikut aja." kata papah yang menjawab aneh ucapan mamah.
__ADS_1
"Ikut apa pah? yang jelas dong." kata mamah sengaja ingin membuat papah marah atau jengkel dengan ucapannya barusan.
Bersambung...