
Tak hanya itu saja, aku masih dibuat terheran - heran dengan kenyataan ini. Apa ini mimpi atau bukan. Tapi aku rasanya seperti merasa mimpi, namun ini adalah nyatanya kenyataan bukan hanya sebuah mimpi.
Selain itu, aku juga merasa tak percaya dengan apa yang ku alami hari ini. Apa yang harus ku tunjukan sekarang, apa aku harus bahagia, marah, atau apa. Tolong beri aku satu alasan agar aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang.
Lari juga percuma, karena aku sudah tak bisa untuk menggerakkan lagi kakiku. Rasanya seperti mati kutu. Tak bisa berbuat apa - apa selain hanya pasrah dengan keadaanku sekarang.
Karena saat ini aku tak tau apa yang harus kulakukan. Setelah aku duduk di samping mantanku. Ku lihat di sekelilingku terdapat banyak orang yang melihat ku dan melontarkan pendapat berbeda dalam benak mereka masing - masing saat aku berada disini.
Tak jauh dari itu aku pun melihat di depanku seseorang yang tersenyum kepadaku yang tak lain dan tak bukan adalah ayahku yang tersenyum itu. Kemudian aku pun termenung dalam pikiranku untuk mengingat potongan - potongan puzzle sebelum hari ini tiba.
__ADS_1
Tapi di menit berikutnya aku pun tersadar dalam lamunanku saat kata "SAH" itu, terdengar di telingaku dan menyadarkan ku dari lamunan itu. Saat uluran tangan mantanku ada di hadapanku, supaya aku menerima uluran tangan itu sebagai penghormatan ku terhadap suamiku yang kini ada di hadapanku. Aku sempat ragu untuk menerima uluran tangannya, tapi kemudian aku pun menerima uluran tangannya.
Setelah itu ia pun mendekati dirinya untuk memberikan kecupan singkat di keningku sebagai tanda cinta dan sayang suami terhadap istri.
Lalu aku dan dia mendatangani surat nikah kami. Kemudian tak lupa juga pengabadian momen tersebut dalam sebuah foto. Dan nenunjukan cincin nikah kami juga disana.
Sudah lelah rasanya tangan ini menerima uluran - uluran tangan mereka yang masih ingin memberikan ucapan selamat dan doa mereka terhadap kami. Tapi ku coba hilangkan rasa lelah ini dengan senyuman termanis yang ku berikan pada mereka.
Tak kala, mereka memberikan ucapan itu. Dia suamiku selalu curi - curi pandang kepadaku dan ketika aku melihat kepadanya ia pun memberikan senyumanya kepadaku.
__ADS_1
Akhirnya dari banyaknya orang - orang yang datang memberikan ucapan selamat udah mulai sedikit. Aku pun merasa sedikit lega karena aku bisa istirahat sejenak.
Ketika kesempatan itu datang, suamiku kemudian berbicara kepadaku. "Aku tau kamu pasti terkejut dengan ini, tapi satu hal yang harus kamu tau aku tak bermaksud untuk melakukan hal ini pada awalnya. Tapi kamu yang membuatku harus melakukan ini. Maaf telah membuatmu menangis dihari sebelum acara ini. Hanya itu yang bisa ku sampaikan kepadamu. Tapi jika kamu mau bertanya hal lain aku akan menjawabnya dengan senang hati."
Kemudian aku pun memberanikan diri untuk menjawab ia saat itu. "Tapi undangan itu" suami ku pun tersenyum melihatku yang membuatku terheran - heran atas responnya itu terhadapku. "Sekarang ku tanya. Apa kamu lihat keseluruhan undangan itu atau hanya memegang nya saja."
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1