Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Malah Lupa


__ADS_3

"Emangnya karena apa?" kata Viona menjawab ucapan si bungsu.


"Em... bener nih kak mau tau" kata si bungsu malah bertanya lagi pada Ayunda.


"Nggak, makannya kakak tadi tanya kaya gitu, itu artinya kakak nggak mau tau karena apa. Kamu ya dek pertanyaannya itu bisa nggak sih. Yang jelas - jelas kamu tau jawabannya kenapa harus di tanyain lagi. Argh... " kata Ayunda kini mulai emosi bahkan ia pun meremas kedua telapak tangannya di ujung kalimat yang ia ucapkan itu pada si bungsu.


"Maaf kak, adek kan cuman tanya."


"Iya cuman tanya tapi pertanyaan kamu nya itu. Dek..." kata Ayunda yang seketika di potong oleh Dion.


"Udah yank, liat kasian adek dari tadi kamu marahin." inilah kata yang Dion keluarkan untuk memotong ucapan Ayunda.


"Huh... huh... iya kak aku salah. Maaf dek, kakak malah marahin kamu." kata Ayunda menenangkan dirinya dengan menarik napas terlebih dahulu sebelum ia menjawab ucapan Dion dan meminta maaf pada si bungsu.


"Iya kak nggak papa, itu juga memang salah adek yang malah buat kakak marah. Maaf ya kak." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Iya dek" kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu dengan singkat.


Sementara si bungsu kini ia malah terdiam Setelah Ayunda menjawab ucapannya itu. Entah karena apa ia bisa terdiam seperti ini dan yang tahu hanya si bungsu.


Ayunda yang melihat si bungsu malah terdiam mulai mengeluarkan suaranya lagi. Karena rasa penasaran dengan apa yang akan di beritahukan oleh si bungsu tentang banjir itu. Ayunda pun mulai menanyakan kembali pada si bungsu.

__ADS_1


"Dek ko malah diem, kenapa?" kata Ayunda pada si bungsu.


"Eh... nggak ko ka, adek nggak kenapa - kenapa."


"Tapi beneran kan nggak kenapa - kenapa"


"Iya kak beneran"


"Ya udah kalau gitu katanya tadi kamu mau kasih tau kakak sama kakak ipar kamu. Ko malah nggak di terusin kasih tau nya."


"Kasih tau apa kak?" kata si bungsu yang seketika malah lupa hingga ia pun bertanya pada Ayunda.


Sebelum menjawab ucapan si bungsu. Ayunda pun sempat menarik napasnya terlebih dahulu. Lalu mulai mengeluarkan suaranya.


"Oh yang itu ya kak, em... kayanya adek nggak jadi kasih tau deh."


"Lah ko nggak jadi dek, kenapa?"


"Em... nggak jadi aja kak, jadi Lupin aja ya kak."


"Nggak bisa gitu dong dek, kakak malah penasaran kalau nggak di kasih tau. Kasih tau ngapa, kan nggak susah dek kamu tinggal bicara aja."

__ADS_1


"Iya sih kak nggak susah cuman adek... em apa ya, pokoknya adek nggak bisa terusin kak. Soalnya ntar malah nggak baik kalau di kasih tau kaya gitu."


"Nggak baik apa sih? ayolah dek kasih tau. Jangan kaya gini kakak jadi makin penasaran di buat nya."


"Em... gak usah aja ya kak, adek takut malah..."


"Malah apa? kan kakak nya juga belum tau dek. Jadi lanjutin aja ya."


"Nggak kak, adek nggak berani lanjutin. Maaf ya kak, adek nggak bisa penuhi keinginan kakak."


"Ya, kecewa dong kakak. Emangnya beneran nggak bisa di kasih tau ya dek."


"Iya kak nggak bisa"


"Walau sekali pun itu, kamu masih tetep nggak bisa dek."


"Iya kak, maaf ya"


"Hem iya deh" kata Ayunda akhirnya menyerah.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2