
"Ya begitu lah yank itu kan kakak bilangnya kalau nggak salah yang berarti bener sekitar lima belas menit lagi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Hem... kalau gitu kita istirahat dulu aja. Mana sanggup aku melanjutkan perjalanan kalau memakan waktu lima belas menit. Bisa - bisa aku pingsan kak kalau harus di lanjutin. Mana panas lagi. Ah menyebalkan sekali." kata Ayunda dengan berapi - api meluapkan ke tidak sukaan nya pada akhir kalimat yang ia ucapkan itu.
"Ya udah yank istirahat aja. Ntar juga nggak panas yank kalau udah nyampe." kata Dion pada Ayunda.
"Iya deh kak terserah kakak. Udah aku bilang dari tadi kita pulang nggak di denger malah di abaikan, jadi kan gini aku harus kepanasan." kata Ayunda malah ingin membuat keributan.
Dan Dion pun awalnya sempat ingin marah dengan ucapan yang keluar dari Ayunda itu karena terlihat dari wajah Dion saat ini. Tapi ia hilangkan amarahnya itu pada Ayunda.
Karena jika ia lanjutkan kemarahannya, maka pembicaraan ini tak akan ada habisnya dan akhirnya waktu istirahat pun harus terkuras banyak karena perdebatan mereka.
"Iya deh kakak salah" Hingga akhirnya kata itu lah yang bisa Dion ucapakan pada Ayunda.
"Baru deh bilang salah kalau udah kaya gini."
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Dion karena ia tak ingin membuat keributan dengan Ayunda. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian mereka pun mulai melanjutkan kembali perjalanannya.
Langkah demi langkah mereka pun mulai hampir dekat dengan tujuannya itu.
"Kak ini kapan kita nyampe nya capek tau kak terus jalan kaya gini tapi tak nyampe - nyampe."
"Itu yank di depan juga kita udah nyampe"
"Benerkan kak nggak bohong udah capek nih pengen rebahan."
"Hem"
Pembicaraan mereka pun berhenti. Namun saat pembicaraan itu berhenti kini giliran pak supir yang berbicara.
"Den bentar deh, ini kayanya kita salah jalan deh den. Coba deh aden liat." kata pak supir pada Dion sambil menunjukkan sesuatu pada Dion.
__ADS_1
"Eh... masa sih pak, perasaan udah bener deh pak ke sini jalannya." kata Dion menjawab ucapan pak supir.
"Tapi den ini kita dari tadi jalan tapi tak nemuin pohon kaya gini den. Iya nggak den jadi kayanya kita beneran salah jalan deh den." Kata pak supir lagi pada Dion.
"Em... iya juga ya pak," kata Dion yang mulai tersadar bahwa saat ini mereka memang telah salah jalan.
Seketika Ayunda yang berada di depan mereka pun berhenti melangkah lagi dan langsung menghadap pada Dion dan pak supir.
"Apa kak kita salah jalan? terus percuma dong kita udah capek - capek jalan ke sini malah salah jalan. Argh... kenapa bisa sih salah jalan kaya gini." suara Ayunda yang terdengar sangat terkejut dan marah.
"Ya namanya juga lupa yank, tapi bentar deh ini kita cuman salah dikit aja ko yank, dari arah yang tadi harusnya kita ke kiri."
"Ya ampun kak kenapa nggak dari tadi sih inget nya. Ya udah deh kita langsung balik lagi aja terus ke kiri biar cepat sampe. Coba aja tadi kakak dengerin aku buat pulang ke rumah nggak akan kaya gini kan." kata Ayunda pada Dion.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼