Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Menduga - duga


__ADS_3

Lalu mereka berdua pun saling berpandangan satu sama lain. Sambil berbisik - bisik juga di sana.


"Kak tempatnya ko aneh ya"


"Iya yank aneh bener"


"Terus ini tempat apa ya kak?" kata Ayunda bertanya pada Dion.


"Kakak juga nggak tau yank tempat apa ini"


Dan di saat mereka berbisik - bisik. Mereka pun di kejutkan kembali oleh kedatangan seseorang di dalam kamar itu. Kamar yang saat ini mereka lihat ke dalam kamar itu sedikit.


"Kak itu orang apa hantu ya"


"Mana yank?" Dion pun bertanya pada Ayunda.


"Itu kak yang di dalem"


Dion lalu melihat orang yang di maksud Ayunda itu. Dan betapa terkejutnya ia setelah melihat orang itu.


Karena saat ini orang itu mengenakan baju yang menurutnya agak aneh. Soalnya anak bayi lah yang biasanya menggunakan benda itu tanpa malu sedikit pun.

__ADS_1


Lah ini terlihat sangat tua. Terus kepalanya botak. Kalau itu hantu yang familiar itu maksudnya tuyul kok udah tua ya. Aneh bukan, lalu kalau bukan dia siapa.


Ini lah yang membuat Ayunda dan Dion bingung sendiri. Tapi di saat mereka menduga - duga siapa orang itu. Orang yang di maksud pun mulai membalikkan tubuhnya yang awalnya membelakangi Ayunda dan Dion. Kini menghadap Ayunda dan Dion.


Dan di saat itu lah mereka berdua pun mulai ketakutan. Karena wajah orang itu sangat lah mengerikan.


Mata menghitam yang sangat tajam sambil memelotot kan mata itu seperti yang ingin keluar saja. Bibir, pipi, dan semua wajah nya pun tak ketinggalan seramnya.


Namun, di saat semua itu di munculkan orang itu pada Ayunda dan Dion. Orang itu pun mulai memperlihatkan gigi nya. Kami kira giginya pasti tajam.


Tapi nyatanya gigi itu nggak ada sama sekali. Maka dari itu rasa takut ini pun akhirnya membuat Ayunda ingin tertawa.


"Haha... haha... kak itu giginya nggak ada semua. Ooppss..." kata Ayunda sambil menutup bibirnya tak kala ia ingat bahwa saat ini mereka sedang melihat sedikit kamar itu.


"Iya deh kak maaf keceplosan tadi"


Di saat sosok orang itu ingin menghampiri Ayunda dan Dion. Malah sebuah tangan lebih dulu memegang satu pundak dari Ayunda dan Dion.


"Kak apa sih pegang pundak aku"


"Apa yank kamu nggak salah apa? ini liat tangan kakak dua - duanya ada di sini."

__ADS_1


"Ini lagi tangan kamu yank ko ada di pundak kakak" kata Dion lagi pada Ayunda.


"Ih... kak tangan aku ada di sini kali"


"Terus kalau bukan kamu, lalu siapa dong yang pegang pundak kakak?" kata Dion bertanya pada Ayunda.


"Mana aku tau kak"


Di saat mereka berpikir siapa kira - kira orang yang memegang pundak mereka. Mereka pun di buat terkejut dengan sebuah suara.


"Kalian berdua lagi apa di sini?" kata suara itu pada mereka.


Secara otomatis badan mereka berdua pun langsung berbalik ke sumber suara itu. Setelah mereka melihat suara siapa itu. Mereka pun akhirnya lega karena sumber suara itu dari pak Dadang.


"Ya ampun pak Dadang kami kira siapa?" kata Dion pada pak Dadang.


"Emangnya kalian kira saya siapa?"


"Em... itu pak em... hantu. Maaf ya pak nggak bermaksud buat bilang kaya gitu ko" kata Ayunda pada pak Dadang.


"Oh gitu. Tapi kalau memang saya ini hantu gimana?" kata pak Dadang lagi mencoba menakuti mereka.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2