
Percakapan mereka yang belum selesai pun akhirnya terpaksa harus selesai. Karena mobil yang akan mengantarkan Ayunda dan Dion untuk berlibur sudah berada di depan rumah.
Dan dengan sangat terpaksa Ayunda lalu berpamitan pada orangtua dan adek nya. Yang di saat berpamitan pun adek nya masih sempat - sempat berbisik di dekat telinga Ayunda. Soal hantu menyeramkan ia sebutkan dalam berbagai macam.
Hingga itu membuat Ayunda merasakan hal yang membuatnya sangat ketakutan dan lalu ia pun menunjukkan ketakutannya itu terlihat jelas pada wajahnya saat ini.
Muka yang suram, lesu dan tak bersemangat ia tunjukkan tak kala ia telah selesai berpamitan pada adek nya.
Dan orang yang telah merasa sukses membuat kakaknya ketakutan pun. Mencoba menahan tawanya ketika melihat wajah kakaknya itu.
Hingga tawa itu, akhirnya meledak juga saat mobil yang di tumpangi kakak dan kakak iparnya pergi dari depan rumah.
"Haha... Haha...Haha..." Ketawa si bungsu yang sudah tak bisa ditahan. Dan akhirnya membuat kedua orang tuanya pun terheran - heran. Hingga akhirnya mereka berdua pun bertanya pada si bungsu.
"Eh... Dek kamu kenapa ketawa sampai segitunya. Emangnya ada yang lucu gitu." kata ibu yang bertanya pada si bungsu karena rasa terheran nya itu.
"Iya dek kenapa ketawa" kata ayah pun pada si bungsu.
__ADS_1
Seketika itu tawa si bungsu terhenti dengan sendirinya. Ia lalu menjawab ucapan dari ayah dan ibunya.
"Em... i..tu tadi adek liat wajah kakak yang ketakutan. Jadi adek merasa lucu aja liatnya bu, yah" kata si bungsu.
"Lah emang tadi kakak wajahnya ketakutan gitu?" kata ibu yang tak memperhatikan wajah putri pertamanya itu.
"Iya dek emangnya wajah kakak ketakutan kenapa?" kata ayah lagi yang bertanya kembali pada si bungsu.
"Em... gimana ya bu, yah. Soalnya wajah kakak tadi itu bener - bener buat adek ketawa puas bahkan sangat puas" kata si bungsu yang menjawab ucapan ibu dan ayahnya.
"Bisa dong bu. Soalnya yang buat wajah kakak kaya gitu kan adek. Ooppss ketahuan deh" kata si bungsu menjawab ucapan ibu sambil menutup mulutnya diakhir kalimat yang ia ucapkan.
"Apa? adek yang buat wajah kakak seperti itu?" kata ibu yang kaget saat ia mendengar pengakuan si bungsu.
Sedangkan si bungsu hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya.
"Sekarang jelasin ke ibu. Apa yang kamu lakukan sampai wajah kakak mu ketakutan" kata ibu yang meminta penjelasan pada si bungsu.
__ADS_1
"Jadi gini bu, tadi aku hanya ceritain soal apa yang aku denger aja dari orang - orang mengenai tempat yang akan kakak datangi di liburannya itu." kata si bungsu yang menjeda ucapannya.
"Terus" kata ibu yang nggak sabar kelanjutan ucapan si bungsu.
"Terus yang adek ceritain ke kakak itu juga adek lebih - lebihin dikit si bu. Hehe... Soalnya adek pengen aja gitu ngerjain kakak mengenai tempat itu. Eh malah kakak ke makan ucapan aku dan akhirnya kakak menunjukan wajah ketakutannya itu" kata si bungsu yang menjelaskan secara singkat.
"Lalu apa yang kamu ceritain ke kakak mu itu" kata ibu yang masih penasaran soal apa yang di ceritakan oleh adek pada kakaknya.
"Itu adek cuman bilang kalau di sana banyak hantunya bu, terus wajah hantunya juga serem - serem. Itu aja si bu" kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Ya ampun dek kamu ini. Ada - ada aja. Nggak kasian apa sama kakakmu yang ketakutan" kata ibu lagi.
"Hehe... nggak bu. Malah aku ingin ketawa terus" kata si bungsu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1