
Kemudian Ayunda pun kini telah berada di salah satu kursi di meja makan itu. Mereka berdua pun memulai makannya tanpa ada yang berbicara lagi.
Sekitar beberapa menit makan mereka pun telah selesai. Lalu Ayunda mengambil piring yang telah di gunakan Dion dan olehnya untuk di bawa ke dapur.
Masih tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga akhirnya Ayunda pun memutuskan untuk mencuci piring yang telah digunakan ini.
Setelah selesai mencuci piring dan membersihkan tangannya, Ayunda lalu pergi dari dapur untuk ke kamarnya. Tetapi saat ia ingin melangkahkan kaki ke kamar.
Handphone ia pun berbunyi. Terlihatlah panggilan Vidio di handphone itu. Dengan nama adek tertera di sana.
Awalnya ia males untuk menerima panggilan itu. Karena kejahilan yang di lakukan adek nya itu lah yang membuat Ayunda males untuk menerima panggilan tersebut.
"Terima jangan, terima jangan, terima jangan. Biarin aja lah nanti juga manggil lagi kalau butuh" akhirnya Ayunda pun tak menerima panggilan itu.
Benar saja tak kunjung lama panggilan dari adek pun ada lagi. Setelah tadi terputus dengan sendirinya karena tak di jawab sama sekali.
Karena tak tega akhirnya Ayunda pun menerima panggilan itu. Terlihatlah wajah adek nya memenuhi layar handphone Ayunda.
"Assalamualaikum" ucap salam adek di sebrang sana.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" menjawab salam dari adeknya.
"Ih kak ko lama sih di jawabnya" kata si bungsu yang bertanya kenapa Ayunda lama menjawab panggilan darinya.
"Males" hanya kata itulah yang terucap dari Ayunda pada si bungsu.
"Jangan gitu lah kakak. Masa males sih harusnya kakak seneng dong dapat panggilan Vidio dari aku. Kapan lagi coba aku kaya gini ke kakak. Biasanya kan kita selalu bertemu. rasanya sehari nggak ketemu kakak seperti apa gitu. Kaya serasa ada yang hilang." kata si bungsu menjawabnya dengan lumayan panjang.
Sementara Ayunda malah memutarkan bola matanya. Setelah mendengar ucapan adeknya itu.
"Oh ya harus kaya gitu ya" kata Ayunda pada si bungsu.
"Mau apa dek kamu hubungi kakak" kata Ayunda yang langsung bertanya pada intinya.
"Aku kangen sama kakak. Makannya aku hubungi kakak. Emangnya kakak nggak kangen apa sama aku" kata si bungsu yang menjawab ucapan Ayunda dan bertanya kembali pada Ayunda.
"Nggak sama sekali" ucap Ayunda begitu saja.
"Ih jahatnya kakak ku ini. Tapi tak apa setidaknya aku masih kangen sama kakak jahat ku ini" ucap si bungsu.
__ADS_1
"Kalau nggak ada yang penting kakak matiin sekarang. Buang - buang waktu aja" kata Ayunda pada si bungsu.
"Eh bentar kak, jangan di matiin dulu lah. Aku kan belum nanya - nanya ke kakak" kata si bungsu pada Ayunda.
"Kamu emangnya mau nanya apa?" kata Ayunda.
"Ih kepo deh" kata si bungsu yang ingin bercanda malah di anggap serius oleh Ayunda.
"Ya udah gak usah di kasih tau aja" jawab Ayunda.
"Kakak ko sensi an sih. Kenapa sih mimpi hantu atau udah ketemu hantu nih. Atau jangan, jangan..." ucapan si bungsu yang di potong Ayuda seketika.
"Jangan aneh - aneh deh kamu dek" kata Ayunda.
"Aneh gimana sih kak" kata si bungsu yang ada aja jawabannya. Tanpa terlewat sedikit pun ucapan Ayunda yang terlontar di jawab olehnya.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1