
Dion pun kemudian bertanya pada Ayunda. Yang kini mereka masih berada di kamar mereka.
"Yank, semuanya udah beres kan. Nggak ada yang ketinggalan atau kelupaan?" ucap Dion.
"Hem" Ayunda pun hanya menjawabnya dengan deheman saja.
"Ya udah yuk, sekarang kita keluar. Soalnya bentar lagi kita langsung berangkat" kata Dion mengajak Ayunda untuk keluar kamar dan tak lupa memberitahukan keberangkatan mereka yang sebentar lagi.
Sementara di dalam hati Ayunda merutuki dirinya sendiri yang dari tadi selalu mengundur - undurkan waktu dan mencoba berbagai cara agar liburan ketempat menyeramkan itu tak terjadi.
Malah harus gagal. Dan terus gagal sampai berbagai umpatan kekecewaan ia lontarkan dalam hatinya.
Kemudian Ayunda pun menjawab ucapan Dion dengan lesu dan singkat. "Hem, iya kak"
Mereka berdua lalu keluar dari kamar mereka dan tak lupa membawa barang - barang yang akan mereka bawa ke tempat liburan mereka.
Disinilah sekarang mereka di sebuah ruangan yang disana sudah ada ayah, ibu, dan adek. Mereka bertiga sudah menunggu Ayunda dan Dion dari tadi. Untuk mengantarkan kepergian mereka berlibur.
__ADS_1
Namun sayang yang ditunggu malah baru datang. Sampai - sampai si bungsu sudah seperti mati kebosanan menunggu orang yang dari tadi nggak kunjung datang.
Dan malah mereka datang dengan tampang tak bersalahnya menghampiri mereka yang sudah nunggu di sana hampir seharian yang kenyataannya baru hampir satu jam mereka menunggu.
Tapi si bungsu memang selalu melebih - lebihkan perkataannya. Jika ia merasa bosan dan kesal dengan seseorang maka sifat itulah akan muncul dengan sendirinya.
Seperti saat ini, si bungsu pun mulai melakukan aksinya untuk bertanya pada kakaknya itu. Yang dapat dilihat dengan jelas bahwa kakaknya memang tak ingin pergi berlibur ketempat itu.
"Eh... kak ko muka nya di tekuk gini sih. Bukannya merasa senang dan bahagia mau berlibur berdua" kata si bungsu melihat muka kakaknya itu yang tak enak di pandang dan tak lupa menggodanya.
"Kesel kenapa gitu kak?" tanya si bungsu yang penasaran.
"Kesel karena kakak ipar mu" kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu sekenanya.
"Lah, emangnya kakak ipar berbuat apa. Sampai kakak kesel kaya gini. Sampai muka ditekuk dan aku males banget liatnya" kata si bungsu lagi.
"Kamu tanyain aja sendiri sama kakak ipar mu itu" kata Ayunda yang males untuk menjelaskan kenapa ia terlihat kesal.
__ADS_1
"Ko gitu sih kak. Atau aku tebak aja deh kakak kenapa bisa kesal" kata si bungsu yang tidak puas dengan jawaban kakaknya dan menyarankan untuk ia menebak kenapa kakaknya itu bisa kesal.
"Ya suka - suka kakak lah dek" jawab Ayunda yang mulai bertambah tingkat kekesalannya itu.
"Oke deh kak. Ku simpulin kakak setuju aku tebak kenapa kakak bisa kesal" kata si bungsu pada Ayunda.
"Terserah mu lah dek" kata Ayunda masa bodo.
"Hem... kayanya ini soal tempat liburan kakak deh. Bener nggak kak tebakan aku" kata si bungsu bertanya soal tebakannya itu pada Ayunda.
"Menurutmu dek apa lagi kalau bukan itu" kata Ayunda yang secara jelas membenarkan ucapan si bungsu.
"Ya mana ku tau kak. Tapi syukur deh tebakan aku bener" kata si bungsu pada Ayunda.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1